Jakarta (ANTARA) - Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Indonesia (UI) bersama masyarakat membangun Jembatan Patriot UI Wondama, di Lokus Werianggi, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, dalam momentum HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari Bakti Transmigrasi, salah satu dari dua tema besar TEP 2026 Kementerian Transmigrasi yang diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga serta mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat setempat.
“Saya mengapresiasi kepedulian Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia yang bertugas di Lokus Werianggi, Teluk Wondama. Kehadiran mereka tidak berhenti pada kajian dan rekomendasi, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata yang manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat,” kata Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Selasa.
Menurut Iftitah, pembangunan jembatan tersebut mencerminkan semangat gotong royong dan pengabdian yang menjadi bagian dari Transformasi Transmigrasi.
Jembatan itu dibangun melalui kolaborasi TEP UI dengan masyarakat Werianggi dan diharapkan turut memperkuat konektivitas masyarakat di kawasan transmigrasi.
Iftitah mengatakan Transformasi Transmigrasi menempatkan masyarakat sebagai bagian utama dalam pembangunan kawasan. Oleh karena itu, anggota TEP didorong memahami kondisi serta kebutuhan masyarakat secara langsung.
Selain melakukan pemetaan potensi kawasan, tim juga diarahkan mengidentifikasi potensi lokal yang dapat dikembangkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.
“Semangat kemerdekaan harus kita maknai dengan menghadirkan kemajuan yang nyata. Dari Werianggi, kita melihat bahwa pembangunan tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar,” ujar Iftitah.
Menurut dia, kepedulian, gotong royong, serta keberanian untuk terjun langsung dapat menjadi awal perubahan bagi masyarakat.
Perwakilan Ketua Tim Ekspedisi Patriot UI Hendra Kaprisma mengatakan pembangunan jembatan tersebut juga menjadi wujud kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat.
“Jembatan ini bagi kami bukan hanya soal memperbaiki sebuah akses yang rusak. Ini adalah simbol bahwa pembangunan akan menjadi lebih kuat ketika dilakukan bersama. Ada pemerintah, perguruan tinggi, dan yang paling penting adalah masyarakat yang ikut bekerja dan memiliki pembangunan tersebut,” ujar Hendra.
Sebanyak 22 anggota TEP UI dari 20 tim yang ditempatkan di kawasan Werianggi-Werabur terlibat langsung dalam pengerjaan Jembatan Patriot UI Wondama.
Secara nasional, Kementerian Transmigrasi menugaskan 1.476 peserta TEP 2026 yang terbagi dalam 246 tim untuk bertugas di 53 kawasan transmigrasi.
Lokasi penugasan tersebut terdiri atas 41 Kawasan Transmigrasi Prioritas Nasional, dua kawasan prioritas Kementerian Transmigrasi, serta 10 kawasan transmigrasi di Papua.
Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi TEP UI melalui kegiatan riset, pendidikan, serta pengabdian kepada masyarakat.
Kementerian Transmigrasi menyatakan aksi TEP UI di Werianggi juga menunjukkan bahwa Transformasi Transmigrasi tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan kawasan yang terhubung dan produktif serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Upaya tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru menuju Indonesia Emas 2045.
Baca juga: Mentrans sebut 1.200 peserta TEP fokus tingkatkan pendapatan di Papua
Baca juga: Warmare disiapkan jadi kampung dodol matoa pertama di Papua Barat
Pewarta: Aria Ananda
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































