Jakarta (ANTARA) - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menegaskan komitmennya memperkuat fundamental bisnis dan tata kelola perusahaan melalui percepatan implementasi strategi transformasi TLKM 30 pada 2026.
Langkah tersebut menjadi momentum eksekusi bagi Telkom dalam menata portofolio bisnis, meningkatkan disiplin operasional, serta membangun struktur strategic holding guna mendorong penciptaan nilai perusahaan yang lebih tinggi.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini dalam keterangannya di Jakarta pada Rabu mengatakan transformasi TLKM 30 merupakan agenda reformasi menyeluruh yang dirancang sebagai strategi jangka menengah hingga 2030.
Program tersebut bertujuan meningkatkan kinerja sekaligus memperkuat daya saing Telkom sebagai enabler ekosistem digital berkelas global.
“TLKM 30 kami jalankan untuk membuka nilai yang lebih besar dari seluruh potensi bisnis Telkom sekaligus memperkuat kontribusi perusahaan kepada negara dan pemegang saham melalui peningkatan nilai dan dividen,” ujar Dian dalam agenda TelkomGroup Business Update di Jakarta pekan lalu.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Legal & Compliance Telkom Andy Kelana, Direktur Wholesale & International Service Telkom Budi Satria Dharma Purba, Direktur IT Digital Telkom Faizal Rochmad Djoemadi, serta Direktur Human Capital Management Telkom Willy Saelan.
Melalui transformasi ini, Telkom melakukan penataan portofolio bisnis secara lebih terarah sekaligus memperkuat praktik tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG).
Baca juga: Telkom pastikan kesiapan infrastruktur dan layanan di Ramadhan-Lebaran
Baca juga: TelkomGroup, Mitratel-AALTO kembangkan Stratospace di Indonesia
Upaya tersebut mencakup restrukturisasi dan streamlining anak usaha, pembentukan strategic holding, serta penguatan disiplin dalam pengelolaan aset perusahaan.
Langkah tersebut juga sejalan dengan agenda penguatan tata kelola BUMN melalui misi Danantara, yang menekankan transparansi, kehati-hatian dan akuntabilitas dalam pengelolaan aset negara.
Implementasinya meliputi normalisasi kualitas aset, pengeluaran yang lebih akuntabel, serta penyelarasan pencatatan keuangan agar laporan perusahaan semakin akurat dan wajar.
Dalam mendorong operational excellence, Telkom memperkuat disiplin operasional, memperbaiki proses bisnis, serta mengoptimalkan alokasi modal agar lebih efisien.
Transformasi ini juga didukung perubahan budaya perusahaan yang menekankan kolaborasi, akuntabilitas, serta orientasi pada kinerja dan penciptaan nilai.
Sejumlah progres transformasi mulai terlihat sejak implementasi TLKM 30 pada pertengahan tahun lalu. Salah satunya adalah pembentukan entitas FiberCo melalui spin-off sebagian bisnis dan aset wholesale fiber connectivity ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia atau InfraNexia.
Entitas ini akan fokus mengembangkan bisnis fiber sekaligus meningkatkan efisiensi operasional dan investasi, serta membuka peluang network sharing dan kemitraan strategis.
Selain FiberCo, Telkom juga membuka potensi nilai dari aset infrastruktur lainnya, termasuk bisnis pusat data melalui NeutraDC dan bisnis menara telekomunikasi melalui PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk.
Di sisi lain, Telkom juga melakukan streamlining melalui evaluasi menyeluruh terhadap entitas anak usaha guna memastikan fokus pada bisnis inti telekomunikasi dan digital.
Salah satu implementasi awalnya adalah penandatanganan Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) oleh PT Multimedia Nusantara menuju divestasi penuh PT Administrasi Medika beserta anak usahanya TelkoMedika yang bergerak di bidang third party administrator sektor kesehatan.
Dalam struktur baru sebagai strategic holding, Telkom akan berfokus pada fungsi penciptaan nilai dan pengawasan tata kelola, sementara operasional bisnis dijalankan oleh entitas operating company.
Ke depan, TelkomGroup akan memperkuat struktur bisnis melalui empat pilar utama yang menjadi mesin pertumbuhan perusahaan, yakni B2C, B2B ICT, Digital Infrastructure, dan International Business.
Melalui struktur tersebut, Telkom berharap setiap lini usaha dapat bergerak lebih fokus dan lincah dalam mengoptimalkan potensi ekosistem digital di Indonesia.
Dian menambahkan transformasi TLKM 30 juga diharapkan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional melalui pemerataan layanan konektivitas digital yang lebih berkualitas.
“Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, transformasi ini kami dorong untuk memberikan dampak positif bagi perekonomian dan masyarakat melalui layanan konektivitas digital yang semakin merata dan berkualitas,” ujar Dian.
Baca juga: Telkom: Adaptif dalam teknologi buat AI ciptakan peluang kerja baru
Baca juga: Telkom ingatkan risiko kebocoran data dari penggunaan AI publik
Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































