Stafsus Presiden: Manfaatkan teknologi pacu ekraf di Kalteng

2 weeks ago 6
...Generasi muda punya inovasi dan terobosan

Palangka Raya (ANTARA) - Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif Yovie Widianto mengajak generasi muda di Kalimantan Tengah (Kalteng) agar memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mendukung perkembangan ekonomi kreatif (ekraf).

"Gunakan teknologi, gunakan AI sebagai mesin ataupun mitra, lakukan semua secara terukur," katanya di Palangka Raya, Selasa.

Hal tersebut disampaikan Yovie saat memberikan kuliah umum bertema “Ekonomi Kreatif sebagai Pilar Pemberdayaan Generasi Muda” di Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya yang diikuti lebih dari 1.000 generasi muda, baik mahasiswa maupun pelajar.

Untuk itu Yovie menekankan agar generasi muda di Kalteng jangan takut menghadapi perkembangan zaman, termasuk kemajuan teknologi maupun AI. Manfaatkan secara bijak dan terukur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.

Dia menekankan, di tengah derasnya arus informasi digital, generasi muda dituntut untuk memiliki ketahanan diri, sikap kritis, serta kemampuan memverifikasi kebenaran informasi.

Menurutnya, hal tersebut menjadi kunci agar teknologi benar-benar memberi dampak positif bagi pengembangan diri maupun ekonomi kreatif.

Baca juga: Stafsus Komunikasi dan Media tinjau capaian PHTC Presiden di Karawang

Yovie juga berbagi pengalaman perjalanan hidup dan karirnya, termasuk menghadapi berbagai kegagalan. Ia menyebut kegagalan sebagai guru berharga dalam membentuk karakter dan strategi hidup.

“Strategi pasti pernah mengalami kegagalan. Kegagalan itu saya pelajari dengan sungguh-sungguh. Tidak ada tempat untuk arogansi dan kesombongan, karena semua yang kita miliki adalah titipan Tuhan,” ujarnya.

Dia menambahkan, meskipun banyak orang pintar, namun tidak semuanya memiliki integritas. Karena itu, generasi muda perlu membangun jati diri, sikap, dan nilai integritas agar mampu bertahan serta berkembang di tengah perubahan zaman.

Dalam konteks ekonomi kreatif, Yovie menilai generasi muda memiliki potensi besar melalui inovasi dan berbagai terobosan, termasuk di sektor seni, musik, gim, dan pertunjukan.

Yovie mencontohkan pengalamannya di industri musik, di mana karya-karya lagu yang dihasilkan tidak hanya bernilai artistik, tetapi juga berdampak langsung pada perputaran ekonomi masyarakat.

Baca juga: Istana perkuat peran ANTARA dalam ekosistem informasi global

“Ketika Kahitna manggung di sini, saya tetap mendapatkan royalti. Itulah salah satu implementasi nyata ekonomi kreatif,” katanya.

Yovie juga menyoroti fenomena lagu-lagunya yang banyak dicover menggunakan AI. Menurutnya, meskipun teknologi mampu meniru, tetap ada nilai emosional dan kejujuran yang hanya bisa dihadirkan oleh karya manusia.

“Beberapa kali AI meng-cover lagu saya, dan selalu ada sesuatu yang kurang. Karena itu, cintailah karya manusia sejati dan dukung karya manusia sejati. Gunakan AI sebagai mesin, sebagai mitra, bukan pengganti,” tegasnya.

Ia berharap Kalimantan Tengah dapat menyediakan lebih banyak ruang dan ekosistem yang mendukung sektor ekonomi kreatif, seperti seni pertunjukan dan gim, agar potensi generasi muda dapat tersalurkan secara optimal dan berkelanjutan.

“Generasi muda punya inovasi dan terobosan. Tinggal bagaimana kita menyiapkan ruang dan ekosistemnya,” pungkas Yovie.

Baca juga: Stafsus Wapres bantah Gibran main padel saat demonstrasi terjadi

Pewarta: Muhammad Arif Hidayat
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |