Seberapa sering harus mencuci muka? Ini waktu yang tepat

2 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Mencuci muka menjadi salah satu kebiasaan dasar dalam perawatan kulit. Setelah beraktivitas seharian, wajah tentu terkena keringat, minyak, debu, dan berbagai kotoran. Namun, bukan berarti semakin sering mencuci muka, kulit akan semakin bersih dan sehat.

Terlalu sering mencuci wajah justru dapat membuat kulit mengalami iritasi, terutama jika menggunakan pembersih yang terlalu keras atau menggosok kulit dengan kuat. Lantas, sebenarnya berapa kali sehari wajah perlu dicuci?

Secara umum, American Academy of Dermatology (AAD) menyarankan mencuci wajah dua kali sehari, yaitu saat bangun tidur dan sebelum tidur. Wajah juga sebaiknya dibersihkan setelah melakukan aktivitas yang membuat tubuh berkeringat banyak.

Baca juga: Panduan basic skincare untuk pria pemula yang praktis dan efektif

Kapan waktu terbaik mencuci muka?

1. Pagi setelah bangun tidur

Mencuci wajah pada pagi hari dapat membantu membersihkan minyak, keringat, dan kotoran yang menempel selama tidur.

Gunakan pembersih yang lembut dan sesuai dengan kondisi kulit. Tidak perlu menggosok wajah terlalu keras karena tindakan tersebut justru dapat membuat kulit mengalami iritasi.

Setelah mencuci muka, kamu bisa melanjutkan perawatan dasar seperti pelembap dan sunscreen jika akan beraktivitas pada siang hari.

2. Malam sebelum tidur

Malam hari menjadi waktu penting untuk membersihkan wajah. Setelah beraktivitas sepanjang hari, kulit dapat terpapar debu, keringat, minyak, polusi, serta produk seperti makeup atau sunscreen.

Membersihkan wajah sebelum tidur membantu mengangkat berbagai kotoran tersebut. AAD juga menyarankan membersihkan wajah sebelum tidur sebagai bagian dari rutinitas perawatan kulit.

Bagi yang menggunakan makeup, pastikan makeup sudah dibersihkan sebelum mencuci wajah. Hindari tidur dengan makeup karena kebiasaan tersebut dapat berkontribusi terhadap masalah kulit, termasuk munculnya jerawat.

3. Setelah berkeringat banyak

Ada satu kondisi ketika kamu boleh mencuci muka di luar jadwal pagi dan malam, yaitu setelah melakukan aktivitas yang membuat banyak berkeringat.

Misalnya setelah olahraga atau aktivitas fisik di luar ruangan. Keringat yang dibiarkan terlalu lama dapat mengiritasi kulit, sehingga membersihkan wajah setelah berkeringat menjadi langkah yang dianjurkan.

Namun, bukan berarti setiap kali wajah terasa sedikit berminyak kamu harus langsung mencucinya. Terlalu sering mencuci wajah justru dapat mengiritasi kulit.

Baca juga: Kiat merias wajah 'glowing' dalam lima langkah

Apakah boleh mencuci muka lebih dari dua kali sehari?

Pada dasarnya, mencuci muka berkali-kali sepanjang hari tidak diperlukan untuk kebanyakan orang. AAD menyarankan membatasi frekuensi mencuci wajah hingga dua kali sehari dan setelah berkeringat untuk membantu mencegah iritasi.

Bagi orang dengan kulit kering atau sensitif, kebutuhannya bisa berbeda. AAD menyebutkan bahwa pada kulit kering atau sensitif, mencuci wajah sekali sehari pada malam hari mungkin sudah cukup.

Jadi, kondisi kulit juga perlu menjadi pertimbangan. Tidak ada aturan yang harus diterapkan secara kaku kepada semua orang.

Cara mencuci muka yang benar

Frekuensi mencuci muka penting, tetapi cara melakukannya juga tidak kalah penting.

Pertama, gunakan air hangat kuku, bukan air yang terlalu panas. Kemudian, aplikasikan pembersih wajah yang lembut menggunakan ujung jari.

Hindari menggosok wajah dengan kuat menggunakan waslap, spons, atau alat pembersih yang kasar. Setelah itu, bilas hingga bersih dan keringkan dengan menepuk-nepuk wajah menggunakan handuk bersih.

Jika kulit terasa sangat kencang, perih, atau semakin kering setelah mencuci muka, bisa jadi produk yang digunakan terlalu keras atau frekuensi mencuci wajah terlalu sering.

Baca juga: Wajah kusam? Kenali 5 penyebab dan cara mengatasinya

Pilih sabun muka sesuai kondisi kulit

Tidak semua jenis kulit membutuhkan produk pembersih yang sama. Kulit berminyak dan mudah berjerawat, misalnya, dapat menggunakan pembersih yang lembut dan tidak menyumbat pori-pori.

Sementara itu, kulit kering membutuhkan perhatian lebih terhadap kelembapan. AAD menyarankan penggunaan pembersih yang lembut, terutama bagi kulit kering atau sensitif. Produk tanpa pewangi juga dapat menjadi pilihan untuk mengurangi risiko iritasi.

Setelah membersihkan wajah, penggunaan pelembap juga dapat membantu menjaga kelembapan kulit.

Jangan mencuci muka hanya karena wajah terasa berminyak

Wajah berminyak memang bisa terasa tidak nyaman, tetapi mencucinya terus-menerus bukan solusi yang tepat. Pada kulit yang rentan berjerawat, mencuci wajah lebih dari dua kali sehari dapat menyebabkan iritasi dan justru memperburuk kondisi kulit.

Jika wajah mudah berminyak, lebih baik gunakan produk yang sesuai dengan jenis kulit dan tetap membersihkannya secara lembut.

Pada akhirnya, dua kali sehari merupakan patokan umum yang dianjurkan untuk mencuci muka, yakni pada pagi hari dan sebelum tidur. Tambahkan satu kali pembersihan setelah aktivitas yang membuat banyak berkeringat.

Namun, kebutuhan setiap kulit bisa berbeda. Jika kulit terasa kering, sensitif, mudah iritasi, atau memiliki masalah seperti jerawat yang sulit dikendalikan, pertimbangkan berkonsultasi dengan dokter kulit untuk mendapatkan saran yang sesuai.

Baca juga: Wajah kusam? Kenali 5 penyebab dan cara mengatasinya

Baca juga: 7 manfaat baby oil untuk wajah serta cara menggunakannya dengan aman

Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |