Beijing (ANTARA) - Pemerintah China menyambut gencatan senjata sementara yang disepakati Pakistan dan Afghanistan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
"China menyambut baik kesepakatan gencatan senjata sementara antara Pakistan dan Afghanistan, serta berharap kedua negara dapat bersikap tenang dan menahan diri, melanjutkan pembicaraan damai sesegera mungkin, mewujudkan gencatan senjata yang menyeluruh dan jangka panjang dalam waktu dekat," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Kamis (19/3).
Sebelumnya pada Rabu (18/3), Afghanistan dan Pakistan mengumumkan penghentian sementara pertempuran mulai Rabu malam untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri hingga 23 Maret malam.
Juru bicara pemerintah Afghanistan, Zabiullah Mujahid mengatakan penangguhan sementara Operasi Pertahanan (Rad-ul Zulm) sedangkan Menteri Informasi Pakistan Attaullah Tarar mengumumkan penghentian sementara Operasi "Ghazab-lil-Haq" sekaligus untuk merespons permintaan para mediator di Arab Saudi, Turki, dan Qatar.
"China berharap kedua negara menyelesaikan perbedaan dan sengketa secara tepat melalui dialog, bersama-sama menjaga perdamaian dan stabilitas di kedua negara maupun di kawasan tersebut," ucap Lin Jian.
China, kata Lin Jian, juga mengapresiasi upaya yang telah dilakukan oleh negara-negara Islam terkait seperti Arab Saudi, Qatar dan Turki.
"China sendiri telah melakukan mediasi antara kedua belah pihak melalui saluran-salurannya sendiri, dan siap untuk terus memainkan peran yang konstruktif dalam isu ini," papar Lin Jian.
Pada 26 Februari 2026, Afghanistan melancarkan operasi militer terhadap basis Pakistan yang berada di sepanjang Garis Durand, yakni perbatasan antara Afghanistan dan Pakistan yang tidak diakui oleh Kabul, untuk membalas aksi pemboman.
Pakistan kemudian mengumumkan peluncuran Operasi Ghazab lil Haq sebagai respons atas tindakan "penembakan tanpa provokasi" oleh Afghanistan.
Kemudian pada awal Maret, Pakistan meluncurkan serangan udara terhadap tempat yang diduga menjadi persembunyian militan di Provinsi Nangarhar dan Paktika di Afghanistan.
Sejak akhir Februari, bentrokan lintas perbatasan telah menewaskan 107 orang di kedua sisi, termasuk 13 tentara dan lima warga sipil di Pakistan, dengan satu tentara masih hilang.
Menurut Kabul, 13 tentara dan 476 warga sipil telah tewas dan 250 orang terluka di Afganistan.
Menurut data PBB, 185 korban sipil, termasuk 56 kematian akibat tembakan tidak langsung dan serangan udara, dilaporkan di Afganistan antara 26 Februari dan 5 Maret.
Utusan Khusus Urusan Afghanistan dari Kementerian Luar Negeri China Yue Xiaoyong pun melakukan diplomasi ulang alik di Afghanistan dan Pakistan pada 7-14 Maret 2026 untuk melakukan mediasi konflik.
Baca juga: Afghanistan dan Pakistan sepakat gencatan senjata jelang Idul Fitri
Baca juga: PBB sambut baik jeda perang Afghanistan-Pakistan jelang Idul Fitri
Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































