Rivian korbankan target keuntungan 2027 untuk hadirkan mobil swakemudi

4 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Produsen mobil asal AS, Rivian, dikabarkan tidak lagi memperkirakan capaian target keuntungan mereka untuk 2027 karena besarnya upaya perusahaan untuk menghadirkan kendaraan swakemudi.

Perusahaan bahkan tidak mengharapkan capaian EBITDA positif pada 2027 karena melihat biaya riset dan pengembangan yang meningkat seiring dengan upaya perusahaan menciptakan teknologi mobil otonomnya.

Dilaporkan TechCrunch, Kamis (19/3) waktu setempat, pengakuan tersebut terselip dalam dokumen yang merinci kemitraan baru Rivian dengan platform transportasi daring Uber untuk membangun taksi robot dari SUV R2 yang akan datang.

Baca juga: Rivian dapat insentif untuk bangun fasilitas penunjang pabrik EV

Baca juga: LGES sepakat memasok baterai kendaraan listrik untuk Rivian

Rivian menolak berkomentar lebih lanjut selain dari yang terungkap pada dokumen kemitraan itu.

Sebenarnya telah lama Rivian memberi tahu para pemegang sahamnya bahwa mereka dapat mencapai EBITDA positif pada 2027 asalkan mereka berhasil merilis SUV R2 dan meningkatkan pendapatan dari perangkat lunaknya,.

Namun ternyata perusahaan malah menghadapi banyak tantangan sebelum target itu tercapai seperti kredit pajak kendaraan listrik federal yang dihentikan, kemampuan menjual kredit regulasi kepada produsen mobil lain berkurang, serta biaya produksi yang meningkat akibat kebijakan tarif impor dari Presiden AS Donald Trump.

Tekanan-tekanan tersebut tentu saja mempersulit Rivian untuk mencapai keuntungan.

Analis dari bank investasi global UBS, Joseph Spak, pada Februari 2026 mengatakan bahwa ia tidak memperkirakan Rivian akan mencapai EBITDA positif selama "beberapa tahun".

Baca juga: Rivian tampilkan interior R2 sebelum diluncurkan

Rivian melaporkan pada Februari bahwa mereka telah mencatat total kerugian bersih sebesar 27 miliar dolar AS sejak didirikan pada 2009 hingga akhir 2025.

Namun, investasi besar-besaran perusahaan dalam pengembangan teknologi swakemudi telah menyebabkan penundaan target EBITDA positif.

Meski begitu, Pendiri dan CEO Rivian RJ Scaringe mengatakan saat ini perusahaannya tetap akan menghabiskan lebih banyak dana untuk penelitian dan pengembangan otonomi daripada hal lainnya.

Laporan tahunan perusahaan menunjukkan bahwa mereka menghabiskan 1,7 miliar dolar AS untuk R&D pada 2025, naik dari 1,6 miliar dolar AS pada 2024.

Perusahaan menghubungkan lonjakan tersebut dengan "peningkatan biaya rekayasa, desain, dan pengembangan, biaya pembuatan prototipe, dan pengeluaran perangkat lunak untuk mendukung peluncuran R2 dan inisiatif AI dan otonomi kami."

Baca juga: Rivian bangun unit perdana SUV listrik R2 jelang produksi massal

Baca juga: Rivian siapkan paket gaji Rp74 triliun untuk CEO RJ Scaringe

Baca juga: Rivian berencana luncurkan R2 di Amerika Utara dan Eropa

Pewarta:
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Read Entire Article
Rakyat news | | | |