Relawan Baguna PDIP lanjutkan bakti sosial pascabencana Sumatera

2 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDIP Sri Rahayu mengatakan relawan Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan akan melanjutkan bakti sosial pascabencana Sumatera dengan fokus utama antisipasi munculnya penyakit akibat sisa lumpur dan debu yang belum tertangani sepenuhnya di permukiman warga.

Hal itu disampaikan Sri Rahayu saat melaporkan kepada Sekjen Hasto Kristiyanto mengenai rencana tindak lanjut bakti sosial pasca-Ramadan mendatang.

"Masyarakat di tiga provinsi tersebut sangat menyambut baik kehadiran kita. Ke depan, kita akan susun kembali langkah-langkah terorganisir untuk bakti sosial kesehatan, terutama mengantisipasi penyakit pernapasan saat musim kemarau akibat debu sisa bencana," kata Sri Rahayu di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat.

Hal itu ditegaskan Sri Rahayu, dalam acara bertajuk Pemberian Apresiasi Atas Dedikasi dan Pengabdian Dokter, Perawat, Driver-Co Driver, dan Relawan Kesehatan yang digelar di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP Bidang Kesehatan Ribka Tjiptaning, dan Ketua DPP PDIP Wiryanti Sukamdani.

Ia juga berpesan agar para relawan kesehatan tetap aktif di daerah masing-masing, termasuk membantu masyarakat dalam mengakses pelayanan kesehatan seperti BPJS.

“Apapun masalah kesehatan di tengah warga, jika kita tahu informasinya, tugas kita adalah hadir dan membantu melaksanakannya,” tuturnya.

PDI Perjuangan memberikan apresiasi tinggi kepada para tenaga medis dan relawan kesehatan yang telah berdedikasi membantu masyarakat di wilayah terdampak bencana, khususnya di Sumatra Barat, Aceh, dan Sumatra Utara.

Sri Rahayu menekankan bahwa militansi relawan PDIP, khususnya dari Baguna, adalah bukti nyata kehadiran partai di tengah kesulitan rakyat. Ia sempat menyentil fenomena partai politik yang hanya muncul melalui atribut visual tanpa aksi nyata di lapangan.

“Kita harus bangga, PDI Perjuangan punya relawan yang siap tempur di kondisi apa pun, baik ada bencana maupun tidak. Ini yang membedakan kita dengan yang lain. Saat kami turun di Sumatra Barat, Aceh, dan Sumatra Utara, yang ada hanya kita. Yang lain hanya menempelkan spanduk, tapi kerja untuk kesehatan masyarakat sama sekali tidak ada,” ujarnya.

Sri Rahayu menceritakan pengalamannya turun langsung ke lokasi bencana bersama Ribka Tjiptaning. Ia mengaku ingin merasakan langsung beratnya perjuangan para relawan, termasuk menempuh perjalanan darat selama belasan jam.

“Saya dan Mbak Ning (Ribka Tjiptaning) merasakan perjalanan paling panjang hingga 18 jam, total bolak-balik 33 jam naik mobil. Penting bagi kami untuk tahu kesulitan relawan di lapangan, mulai dari akses jalan yang berat hingga fasilitas yang terbatas,” ungkapnya.

Baginya, pengabdian ini bukan sekadar tugas organisasi, melainkan bentuk kebanggaan sebagai kader partai yang memegang teguh prinsip kemanusiaan.

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |