Jakarta (ANTARA) - Rektor Universitas Pelita Harapan (UPH) Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc, menekankan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun kehidupan, termasuk dalam hal pendidikan.
“Melalui pendidikan, UPH ingin terus mengambil peran sebagai alat Tuhan untuk membawa harapan dan dampak positif bagi bangsa," kata Jonathan dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.
Dalam Seminar Nasional 2026 di Tangerang, Selasa (3/2), Jonathan mengatakan melalui pendidikan, keluarga merupakan ruang pertama pembentukan karakter, nilai, dan iman yang menuntun setiap anggotanya untuk bertumbuh secara utuh dan bertanggung jawab di tengah masyarakat.
Ia juga mengungkapkan harapannya agar semangat Natal dapat dirasakan dan dihidupi oleh keluarga-keluarga di berbagai daerah.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto yang hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa pendidikan memegang peranan krusial dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul.
Menurutnya, penguasaan teknologi kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendasar yang harus dimiliki generasi masa depan. Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya manusia yang berkelanjutan, dengan pendidik sebagai kunci utama dalam proses tersebut.
“Pendidik merupakan garda terdepan dalam proses pembentukan kualitas SDM, karena dari tangan merekalah lahir generasi yang siap menghadapi tantangan zaman. Pendidikan yang dikelola dengan baik akan menjadi fondasi kuat dalam menciptakan SDM yang adaptif, kompeten, dan berdaya saing,” ucap Brian.
Baca juga: LLDikti libatkan UPH perkuat perlindungan korban kekerasan di kampus
Pendiri Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH) James T. Riady secara terbuka membagikan perjalanan pribadinya ketika ia menyadari bahwa hidup tidak semata-mata diukur dari pencapaian dan reputasi, melainkan dari kesediaannya untuk memenangkan hati keluarganya.
Dari perenungan tersebut, ia menyadari bahwa perubahan sejati harus dimulai dari pembaruan diri, dengan menjalani hidup yang berbeda, lebih bertanggung jawab, dan berakar pada kebenaran yang memerdekakan.
“Bangsa yang kuat lahir dari keluarga yang kuat. Ketika relasi keluarga sedang tidak baik, itu bukan akhir dari segalanya. Jangan kehilangan harapan, karena setiap keadaan sulit selalu membuka kesempatan untuk pemulihan,” katanya.
Koordinator Seminar Nasional 2026 Binsar Jonathan Pakpahan menyampaikan bahwa keluarga memegang peranan utama dalam pembentukan karakter dan kekuatan iman seseorang.
Binsar mengatakan bahwa kampus dipandang sebagai ruang strategis untuk mendekatkan kembali nilai-nilai keluarga kepada generasi muda, sekaligus memperkuat kesadaran bahwa pendidikan sejatinya berawal dari rumah.
Baca juga: UPH wujudkan ketahanan pangan lewat Food Explore 17
“Perguruan tinggi harus menjadi ruang untuk membicarakan nilai-nilai keluarga, ketahanan, dan iman. Dari kampus inilah kita ingin membangun fondasi yang kuat bagi keluarga-keluarga Indonesia ke depan,” ujar Binsar.
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































