Indonesia perluas kerja sama akses beasiswa ke China, Korea, Jepang

4 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Kantor Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) di KBRI Beijing, KBRI Seoul dan KBRI Tokyo memperluas jejaring kerja sama pendidikan, riset, dan kebudayaan di kawasan regional.

Langkah strategis itu dipaparkan dalam forum Webinar Series Atdikbud & Wadetap RI-UNESCO, yang menggarisbawahi peran pendidikan sebagai instrumen utama diplomasi soft power Indonesia.

Dalam siaran pers gabungan KBRI Beijing, Seoul dan Tokyo di Jakarta, Ahad, Kantor Atdikbud di KBRI Beijing mengemukakan bahwa Pemerintah Indonesia melalui LPDP membuka akses ke universitas mitra di China melalui skema co-funding yang memungkinkan mahasiswa Indonesia mendapatkan pendanaan menempuh pendidikan.

Pemerintah China juga menawarkan peluang beasiswa di antaranya Chinese Government Scholarship (CGS) yang mencakup biaya kuliah penuh, akomodasi, tunjangan hidup, serta asuransi kesehatan.

Mulai 2025, pendaftar beasiswa CGS S1 wajib memenuhi syarat HSK (Tes Kemampuan Bahasa Mandarin Internasional) dan ujian CSCA (China Scholastic Competency Assessment).

Di sisi kerja sama pendidikan, RI-China terus memperkuat kolaborasi melalui program pertukaran pelajar, penelitian bersama, rumah budaya, dan pengembangan program vokasi.

Kantor Atdikbud di KBRI Seoul mengatakan saat ini ada sekitar 2.700 mahasiswa Indonesia di Korea Selatan yang tersebar dari jenjang diploma hingga doktoral.

Beasiswa utama yang ditawarkan Korsel adalah Global Korea Scholarship (GKS) dari Kementerian Pendidikan Korea yang dikelola National Institute for International Education (NIIED).

Menurutnya, kemajuan Pendidikan Korea Selatan saat ini sangat pesat. Hal ini terlihat dari perolehan Programme for International Student Assessment (PISA) 2022, di mana Korsel menempati peringkat satu matematika dan membaca dan peringkat dua untuk sains dari 37 negara OECD.

Disebutkan bahwa peluang studi di Korea semakin terbuka bagi mahasiswa internasional sejak negara itu mencanangkan Korea 300K Project untuk menarik talenta global ke Korea dengan target 300.000 mahasiswa internasional.

Selain beasiswa, Korsel juga menyediakan pelatihan seperti kursus bagi guru dalam pemanfaatan teknologi digital serta program pertukaran guru dan sister school.

Sementara itu, Kantor Atdikbud di Tokyo mengatakan terdapat berbagai peluang beasiswa untuk jenjang sarjana hingga pascadoktoral di Jepang.

Dua sumber utama pembiayaan meliputi beasiswa Pemerintah Jepang melalui program MEXT yang dapat diakses lewat Kedubes Jepang di Jakarta, dan beasiswa Pemerintah Indonesia seperti LPDP. Selain itu, tersedia beasiswa yang ditawarkan baik oleh perguruan tinggi maupun lembaga donor.

Dia menambahkan bahwa di Jepang, keterkaitan antara kegiatan akademik (perguruan tinggi), industri, dan pemerintah—yang dikenal dengan konsep triple helix—terjalin dengan sangat erat.

Perguruan tinggi terlibat dalam riset dan pengembangan industri dengan dukungan pendanaan dari lembaga Jepang seperti Japan Society for the Promotion of Science (JSPS), Japan Science and Technology Agency (JST), dan New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO).

Dalam konteks ini, katanya, peneliti Indonesia memiliki peluang besar untuk menjalin kolaborasi dengan peneliti Jepang guna memperoleh pendanaan dari lembaga-lembaga tersebut.

Baca juga: Pemerintah perkuat hubungan diktisaintek dengan Iran

Baca juga: Kemdiktisaintek perkuat hubungan diplomasi sains Indonesia-Australia

Baca juga: Kemitraan Kemendikdasmen UEA–Kanada perkuat diplomasi pendidikan

Pewarta: Asri Mayang Sari
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |