Banjarmasin jadi sinyal kuat kebangkitan sepak bola putri nasional

4 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Antusiasme ratusan peserta pada penyelenggaraan perdana MilkLife Soccer Challenge (MLSC) di Banjarmasin memperkuat sinyal kebangkitan sepak bola putri nasional melalui meluasnya pembinaan usia dini ke berbagai daerah di Indonesia.

“Kita mencari bibit-bibit terbaik supaya sepak bola putri mampu menorehkan prestasi membanggakan di masa depan,” kata Wakil Gubernur Kalimantan Selatan yang juga Ketua Asprov PSSI Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu.

Turnamen MilkLife Soccer Challenge Banjarmasin Seri 2 musim 2025-2026 yang berlangsung pada 30 April hingga 3 Mei di Green Yakin Soccer Field, Banjar, Kalimantan Selatan, diikuti 661 siswi dari 49 Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Dasar. Para peserta tergabung dalam 62 tim yang terdiri atas 30 tim kategori usia 10 tahun dan 32 tim kategori usia 12 tahun.

Besarnya jumlah peserta di kota yang baru pertama kali menjadi tuan rumah itu menunjukkan sepak bola putri tidak lagi terpusat di kota-kota besar, melainkan mulai berkembang di berbagai wilayah. Kondisi tersebut dianggap penting untuk memperluas basis pembinaan pemain muda nasional.

Head Coach MilkLife Soccer Challenge Jacksen F Tiago menyebut potensi pemain putri di wilayah Kalimantan sangat besar dan perlu dijaga melalui kompetisi yang berkelanjutan.

Menurut dia, makin banyak daerah yang memiliki turnamen rutin, makin besar pula peluang Indonesia menemukan talenta-talenta baru untuk jenjang yang lebih tinggi.

“Tujuan MilkLife Soccer Challenge hadir di sini adalah untuk pemassalan sepak bola putri. Kami berharap semakin banyak sekolah sepak bola yang fokus kepada pembinaan pemain putri,” ujar Jacksen.

Ia menambahkan sekitar 25 pemain terbaik dari Banjarmasin akan mengikuti program latihan tambahan intensif sebelum berpeluang tampil pada ajang MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026 di Kudus, Jawa Tengah.

Masuknya Banjarmasin ke jaringan kota penyelenggara menambah luas jangkauan kompetisi yang sebelumnya juga bergulir di sejumlah daerah lain. Langkah itu dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem sepak bola putri nasional dari level akar rumput.

Dari hasil pertandingan, SDN Pagatan Besar menjuarai kategori usia 10 tahun setelah mengalahkan SDN Sungai Andai 4 dengan skor 1-0, sedangkan kategori usia 12 tahun dimenangkan SDN Sungai Lulut 1 usai menundukkan SDN Telaga Biru 1 dengan skor serupa.

Baca juga: Peserta MLSC bertambah cerminkan tren sepak bola putri meningkat

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |