Banjarmasin, Kalsel (ANTARA) - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalimantan Selatan mencatat realisasi nilai investasi pada 2025 mencapai Rp32 triliun.
Kepala DPMPTSP Kalsel Endri di Banjarbaru, Kalsel, Senin, mengatakan realisasi investasi terus meningkat dari tahun ke tahun.
Pada 2022, tercatat realisasi investasi sebesar Rp15 triliun, pada 2023 menjadi Rp19 triliun, 2024 naik lagi menjadi Rp24 triliun, dan 2025 menjadi Rp32 triliun.
Menurut dia, peningkatan investasi ini menjadi bagian penting dalam mendorong target pertumbuhan ekonomi Kalsel yang diproyeksikan mencapai sekitar 8 persen pada 2029.
"Target tersebut sejalan dengan misi pembangunan daerah, khususnya dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, merata, dan berbasis nilai," kata Endri.
Dikatakan, peningkatan investasi menjadi salah satu kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal ini juga sejalan dengan program nasional dalam memperkuat ekonomi daerah.
Kalimantan Selatan memiliki sejumlah keunggulan yang menjadi daya tarik investor, mulai dari posisi strategis sebagai jalur perdagangan nasional dan internasional, infrastruktur yang terus berkembang, hingga ketersediaan sumber daya alam dan tenaga kerja produktif.
Pemerintah daerah juga memperkuat komitmen melalui penyederhanaan layanan perizinan.
Hal ini diwujudkan melalui regulasi yang memberikan kepastian hukum serta pelayanan yang cepat, transparan, dan akuntabel bagi para investor.
"Komitmen pemerintah daerah dalam memberikan kemudahan perizinan menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif," katanya.
Dia mengungkapkan kontribusi investasi terbesar berasal dari sejumlah daerah, di antaranya Kabupaten Tanah Bumbu, Kabupaten Kotabaru, dan Kota Banjarmasin.
Sementara, dari sisi sektor, investasi masih didominasi oleh pertambangan, disusul sektor jasa, perdagangan, dan reparasi.
Meski demikian, pemerintah mulai mengarahkan transformasi ekonomi dengan mengurangi ketergantungan pada sektor ekstraktif.
Fokus ke depan diarahkan pada pengembangan sektor potensial seperti pertanian, kehutanan, perikanan, industri pengolahan, pariwisata, hingga ekonomi berbasis jasa.
Strategi ini dilakukan untuk mendorong hilirisasi industri yang diyakini mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, serta memperkuat struktur ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Proyek prioritas investasi juga telah disiapkan, di antaranya pengembangan sektor pariwisata dan hospitality, pengelolaan limbah, pembangunan pusat distribusi, hingga industri pengolahan berbasis sumber daya lokal.
Dalam memperluas jangkauan promosi, Pemprov Kalsel juga memanfaatkan platform digital melalui aplikasi "Bekantan" yang memuat berbagai informasi peluang investasi.
Aplikasi ini diharapkan memudahkan calon investor dalam mengakses data dan potensi daerah tanpa harus datang langsung.
"Melalui berbagai strategi promosi dan kemudahan yang diberikan, kami optimistis investasi di Kalimantan Selatan akan terus tumbuh dan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat," kata Endri.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan pun mengajak para investor untuk berpartisipasi dalam pengembangan daerah, seiring upaya mewujudkan Kalimantan Selatan sebagai gerbang logistik di Pulau Kalimantan menuju visi Indonesia Emas 2045.
Baca juga: Pemprov Kalsel libatkan pemegang PPKH cegah karhutla
Baca juga: Kementerian PU terima usulan 16 proyek strategis Kalsel 2027
Baca juga: Kalsel matangkan pembangunan Pelabuhan Internasional Mekar Putih
Pewarta: Imam Hanafi
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































