Jakarta (ANTARA) - Rans Simba Bogor memanfaatkan jeda kompetisi IBL 2025 untuk memperbaiki fisik para pemain guna menghadapi laga-laga berat di bulan Maret.
"Kami senang dengan posisi kami sekarang. Kami baru kalah dua kali, dan saat ini tim terus berkembang ke arah yang lebih baik," ujar Pelatih Kepala Anthony Garbelotto dikutip dari laman IBL.
"Tetapi fisik kami harus lebih baik. Kami gunakan jeda kompetisi ini untuk perbaikan fisik dan juga sedikit penyesuaian di sistem permainan," ujarnya melanjutkan.
Baca juga: Rans makin meyakinkan dengan enam kemenangan beruntun
Tim asuhan Garbelotto itu saat ini berada di peringkat kedua klasemen sementara dengan rekor 7-2 (7 menang, 2 kalah) dan dalam tren positif setelah meraih enam kemenangan beruntun sebelum jeda.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa masih ada aspek yang perlu ditingkatkan, terutama dari segi fisik dan pertahanan.
Menurut Garbelotto, sistem serangan Rans sudah cukup solid, tetapi aspek pertahanan masih memerlukan peningkatan. Dengan kondisi fisik yang lebih baik, para pemain diharapkan bisa tampil lebih kuat dalam bertahan dan menghadapi tekanan dari lawan-lawan yang tangguh.
Rans Simba Bogor akan menghadapi empat pertandingan berat di bulan Maret melawan Hangtuah yang merupakan pemimpin klasemen sementara, Prawira Bandung, juara bertahan Pelita Jaya Jakarta, dan Borneo Hornbills. Garbelotto menyadari bahwa setiap laga tersebut akan menjadi ujian besar bagi timnya.
"Kami akan memainkan empat pertandingan berat di bulan Maret. Kami akan menghadapi Hangtuah, Prawira, Pelita Jaya, dan Borneo. Keempat tim tersebut bagus dan akan jadi laga sulit bagi kami," katanya.
Baca juga: Pebasket Julian Chalias jadikan Arki Wisnu sebagai teladan
Baca juga: Respati Ragil masih lapar kemenangan pada musim ke-15 berkarier di IBL
Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2025