Jakarta (ANTARA) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk terus mendukung kegiatan keagamaan seluruh umat sebagai bagian dari pembangunan sosial yang inklusif.
Bahkan, kata dia, perayaan Nyepi juga dimasukkan ke dalam kalender kegiatan Pemprov DKI, baik dalam konteks budaya maupun keagamaan.
“Kami sepakat dengan Gubernur, agar kalender kegiatan keumatan dalam konteks budaya terus dilanjutkan, sehingga perayaan Nyepi ke depan bisa semakin baik,” kata Rano saat menghadiri acara Dharma Santi Nyepi Tahun Baru Saka 1948/2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu.
Kegiatan Dharma Santi Nyepi tahun ini bertema “Vasudhaiva Kutumbakam: DKI Jakarta Harmoni, Indonesia Maju”, dan sekaligus menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang jatuh pada 19 Maret 2026.
Perayaan tersebut melibatkan umat Hindu di DKI Jakarta, berkolaborasi dengan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov DKI, Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) DKI Jakarta, Suka Duka Hindu Dharma Jakarta Raya, KORPRI, serta panitia Nyepi DKI Jakarta.
Dalam sambutannya, Rano mengapresiasi peran umat Hindu dalam menjaga harmoni antarumat beragama di Jakarta.
Menurut dia, Dharma Santi tidak sekadar seremoni keagamaan, melainkan juga ruang untuk memperkuat kohesi sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
“Umat Hindu telah menunjukkan kontribusi nyata dalam merawat keberagaman dan toleransi di Jakarta,” ujar Rano.
Baca juga: Pramono Anung hadiri Upacara Melasti di Pure Segera sambut Hari Nyepi
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Panitia Dharma Santi DKI Jakarta I Dewa Gede Soni Aryawan mengatakan kegiatan itu juga menjadi momentum rekonsiliasi sosial.
"Kami berterima kasih karena untuk pertama kalinya Dharma Santi dapat diselenggarakan di Balai Kota," ucap Soni.
Dia menyebutkan tema Vasudhaiva Kutumbakam mengandung makna persaudaraan universal yang relevan dengan kehidupan masyarakat Jakarta yang majemuk.
“Nilai persaudaraan universal menjadi fondasi penting untuk menjaga kerukunan, toleransi, dan solidaritas sosial di ibu kota,” ungkap Soni.
Turut hadir dalam acara tersebut, antara lain Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Ketua PHDI Pusat, Ketua Suka Duka Hindu Dharma Jakarta Raya, serta jajaran pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.
Baca juga: Ini usulan umat Hindu Jakarta ke Pemprov DKI
Baca juga: Rano: Penyelenggaraan Festival Nyepi upaya perkuat toleransi beragama
Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































