Kemendikdasmen petakan kemahiran berbahasa Indonesia lebih inklusif 

1 hour ago 2

Jakarta (ANTARA) - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperluas pemetaan kemahiran berbahasa Indonesia guna menyusun kebijakan kebahasaan yang tepat sasaran serta inklusif.

Kepala Badan Bahasa Kemendikdasmen Hafidz Muksin di Jakarta, Rabu, mengatakan pihaknya terus memperluas cakupan pemetaan pemanfaatan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) sekaligus memastikan layanan kebahasaan ini dapat diakses secara inklusif.

Salah satunya, kata dia, ialah melalui pengembangan UKBI Adaptif Disabilitas Rungu yang dirancang untuk memberikan kesempatan setara bagi penyandang disabilitas rungu dalam mengukur kemahiran berbahasa Indonesia.

“Kemendikdasmen berkomitmen menjembatani hak atas pendidikan dan kebahasaan yang inklusif sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang memuat hak berekspresi, berkomunikasi, dan memperoleh informasi,” ujar Hafidz.

Ia menjelaskan pengembangan layanan tersebut telah dimulai sejak 2024 dan diuji secara nasional pada Oktober 2025 dengan melibatkan 222 peserta penyandang disabilitas rungu dari berbagai daerah.

Materi ujian, lanjutnya, disesuaikan dengan pengalaman berbahasa peserta yang lebih banyak bertumpu pada informasi visual dan tulis tanpa mengurangi mutu pengukuran.

Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Pendidikan Moch. Abduh mengatakan layanan itu akan terus dikembangkan agar semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Kami akan terus menyiapkan berbagai bentuk adaptasi sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan teknologi,” katanya.

Melalui pemetaan kemahiran berbahasa yang semakin luas dan inklusif, Kemendikdasmen berharap hasil UKBI dapat menjadi fondasi pengembangan pembelajaran, peningkatan literasi, serta penyusunan kebijakan kebahasaan dan pendidikan yang lebih efektif, berbasis data, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Sebagai informasi, hasil pemetaan tahun 2025 menunjukkan Angka Kemahiran Berbahasa Indonesia secara nasional berada pada skor 64,23.

Sepanjang tahun tersebut, UKBI Adaptif diikuti 321.383 peserta dari 38 provinsi dan 493 kabupaten/kota. Partisipasi juga datang dari 243 warga negara asing yang berasal dari 51 negara.

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |