Menteri P2MI: Remitansi PMI dorong kinerja perekonomian nasional

1 hour ago 2

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menyoroti kenaikan signifikan remitansi dari para pekerja migran Indonesia (PMI) pada 2025 sehingga berdampak terhadap perekonomian nasional.

"Menurut data dari Bank Indonesia, Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia, remitansi pekerja migran Indonesia meningkat secara konsisten dari 2023 hingga 2025," kata Mukhtarudin kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.

Jumlah total remitansi yang masuk ke Indonesia, kata dia, naik dari Rp220 triliun pada 2023 menjadi Rp253 triliun pada 2024, kemudian mencapai Rp288 triliun pada 2025.

Kenaikan dari 2024 ke 2025 adalah sebesar 14 persen, sementara secara kumulatif dalam tiga tahun tumbuh hingga 30,8 persen, kata Menteri P2MI itu lebih lanjut.

Mukhtarudin mengatakan, remitansi dari pekerja migran Indonesia menggerakkan ekonomi nasional melalui kontribusinya sekitar 1,2 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.

Pengiriman uang para PMI di luar negeri kepada keluarga mereka di dalam negeri itu juga memberikan dampak pengganda melalui konsumsi rumah tangga, dan secara konsisten menyumbang tambahan output nasional antara Rp42 triliun-Rp46 triliun per tahun. Remitansi tersebut dinilai juga akan memperkuat devisa negara.

"Sebagai perbandingan, remitansi pada 2025 mencapai sekitar 11 persen, atau sekitar 1/9 dari cadangan devisa sebesar 156,5 miliar dolar AS," katanya.

Sementara itu, selain menyampaikan kenaikan signifikan remitansi dari para PMI, Mukhtarudin juga menyampaikan perkembangan program penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi wirausaha purna pekerja migran Indonesia (PPMI) dan keluarganya.

Dia mengatakan penyaluran tersebut umumnya menggunakan skema KUR mikro karena secara sistem perbankan penyalurannya tercatat sebagai bagian dari KUR mikro umum kepada masyarakat.

"Saat ini, sistem perbankan belum menerapkan tagging khusus untuk kategori purna pekerja migran Indonesia, sehingga penyalurannya masih tercatat sebagai KUR umum," katanya.

Adapun fokus program pembiayaan yang ditujukan bagi pekerja migran Indonesia saat ini adalah KUR Penempatan Pekerja Migran Indonesia dan program Fasilitasi Rumah Subsidi bagi pekerja migran Indonesia.

Berdasarkan Rencana Tahunan Penyaluran Kredit Usaha Rakyat yang telah ditetapkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Mukhtarudin mencatat bahwa sampai dengan 31 Mei 2026, terdapat 19 penyalur KUR Penempatan Pekerja Migran Indonesia dengan total plafon sebesar Rp418,5 miliar.

Adapun berdasarkan Sistem Informasi Kredit Program, realisasi penyaluran KUR Penempatan Pekerja Migran Indonesia sampai dengan 19 Juni 2026 adalah sebesar Rp41,4 miliar bagi 1.387 orang debitur. Selain itu, Kementerian P2MI juga memiliki program Fasilitasi Rumah Subsidi Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya yang sudah tersalurkan kepada 74 orang selama periode 2025 - 2026.

Baca juga: BI proyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia membaik pada triwulan IV

Baca juga: Menteri P2MI: GSP jadi tonggak penempatan pekerja profesional ke Eropa

Baca juga: Menteri P2MI lepas 313 pekerja migran skema G-to-G ke Jepang

Pewarta: Katriana
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |