Jakarta (ANTARA) - Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Muhammad Kholid Syeirazi menilai positif masuknya Pertamina dalam daftar 500 perusahaan di Asia Tenggara atau Fortune Southeast Asia 500.
Dengan pendapatan mencapai 70,89 miliar dolar Amerika Serikat (AS) dan laba 3,35 miliar dolar AS atau naik 7,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, Pertamina menempati posisi ketiga dalam Fortune Asia Tenggara 500 atau di bawah perusahaan trading Singapura Trafigura Group dan raksasa energi Thailand, PTT.
Menurut Kholid capaian Pertamina memperlihatkan peningkatan daya saing BUMN Indonesia pada skala regional, selain itu juga menunjukkan bahwa kinerja perusahaan tersebut lebih stabil di tengah tantangan global dan ekonomi.
"Ini menunjukkan daya saing yang semakin baik. Karena perusahaan sekelas Pertamina memang harus masuk ke situ dan itu penting,” kata Kholid dalam keterangannya, di Jakarta, Rabu.
Dia menyatakan penghargaan tersebut merupakan pengakuan bahwa Pertamina telah menjadi perusahaan dengan leverage yang cukup besar.
Artinya, kata dia lagi, BUMN energi itu masuk ke dalam 500 perusahaan dengan kekuatan kapital, revenue yang sangat besar, apalagi jika membandingkan dengan sesama perusahaan migas, dengan posisi Pertamina hanya berada di bawah raksasa energi PTT.
“Dan kita tentu saja bangga dengan masuknya salah satu perusahaan nasional menjadi perusahaan papan atas di Asia Tenggara. Artinya apa? Ya, terus bertumbuh, kan?” kata dia lagi.
Kholid menegaskan, penghargaan itu juga menunjukkan bahwa manajemen Pertamina memiliki kemampuan untuk menjaga keseimbangan antara dua pendulum.
Yaitu sebagai korporasi yang dituntut untuk mencetak laba. Dan di sisi lain sebagai pelaksana dari penugasan pemerintah untuk menjaga ketahanan energi.
“Kalau misalnya penugasannya terlalu ke atas, fungsi profit-seeking-nya turun. Sementara orientasinya pada profit-seeking, penugasannya tentu agak sedikit berkurang. Saya kira keseimbangan ini menjadi fitrah dari BUMN dalam hal ini Pertamina,” katanya.
Karena itulah, dia sependapat, keberhasilan Pertamina menunjukkan bahwa BUMN strategis tersebut dapat menjadi motor ekonomi nasional, menciptakan nilai tambah bagi negara, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta ekonomi Asia Tenggara.
Dia mengatakan, Pertamina saat ini sudah menjalankan dengan baik peran pentingnya sebagai tulang punggung ketahanan energi nasional.
"Peran penting Pertamina untuk menjaga keamanan pasok energi seperti penyediaan BBM, penyediaan LPG, penyediaan diesel, itu menjadi salah satu tulang punggung ketahanan energi nasional harus lebih ditingkatkan lagi,” ujarnya.
Pertamina, ujarnya lagi, juga mampu memasok kebutuhan energi masyarakat, termasuk untuk industri, ekonomi bertumbuh, serta berperan penting untuk menjaga keandalan energi di dalam beberapa tahun ke depan.
Meski begitu, Kholid mengingatkan perlunya melakukan peningkatan profesionalitas, peningkatan kapasitas manajemen, kelembagaan Pertamina di masa datang untuk meningkatkan daya saing di tingkat global.
"Dengan demikian, diharapkan Pertamina bisa naik kelas atau berkinerja lebih baik lagi di masa mendatang," katanya pula.
Baca juga: Pertamina tetapkan 350 pelaku usaha perempuan program PFpreneur 2026
Baca juga: Pertamina Patra Niaga: Kapal tanker Gamkonora perkuat ketahanan energi
Pewarta: Subagyo
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































