Qodari: Kunjungan tiga pemimpin dunia bukti RI makin dipercaya dunia

6 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Kunjungan tiga pemimpin dunia ke Indonesia untuk pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto membuktikan Indonesia semakin dipercaya sebagai mitra penting di kancah global, menurut Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari.

"Intensitas pertemuan tersebut mencerminkan semakin kuatnya kepercayaan internasional terhadap Indonesia sebagai mitra strategis, baik di tingkat kawasan maupun global," kata Kepala Bakom RI Qodari dalam pernyataan di Jakarta pada Senin.

Qodari menjelaskan bahwa rangkaian kunjungan tersebut mencerminkan pandangan komunitas internasional terhadap Indonesia sebagai negara yang memiliki ketahanan ekonomi dan stabilitas politik, yang merupakan fondasi penting untuk membangun kerja sama saling menguntungkan.

Dia menyoroti tiga kunjungan pemimpin dunia tersebut beserta sejumlah hasil kerja sama yang disepakati dengan Indonesia. Menurutnya, kedatangan tiga pemimpin negara yang berasal dari kawasan berbeda itu memperlihatkan bahwa Indonesia konsisten membangun jejaring persahabatan dan kemitraan kuat dengan berbagai negara.

Kunjungan pertama yaitu pada Kamis (2/7) saat Presiden RI Prabowo menerima Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko.

Pertemuan tersebut membuka peluang kerja sama di sektor industri, alat berat, teknologi, serta penguatan hubungan ekonomi dengan kawasan Eurasia. Kedua negara juga meluncurkan Peta Jalan Penguatan Kerja Sama Indonesia-Belarus 2026-2030 sebagai kerangka bersama untuk memperkuat kerja sama lebih konkret selama lima tahun ke depan.

Kedua, pada Senin (6/7), Prabowo menerima kunjungan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong. Di mana pertemuan tersebut, kedua negara menyepakati 26 capaian kerja sama di berbagai bidang, mulai dari pengembangan ekonomi kawasan, energi bersih, hingga ekonomi digital.

Ketiga, Prabowo bertemu Perdana Menteri India Narendra Modi. Bersama India, Indonesia tidak hanya memperkuat kemitraan bidang ekonomi, tetapi juga di bidang pendidikan, penguatan kelembagaan, serta hubungan antarmasyarakat.

Kemitraan Indonesia dan India juga mencakup bidang kebudayaan, tercermin dari komitmen kedua negara untuk merestorasi Kompleks Candi Prambanan.

Melalui diversifikasi kemitraan, Indonesia dapat memperkuat ketahanan ekonomi nasional terhadap gejolak global, memperluas akses pasar ekspor, membuka peluang investasi baru, serta meningkatkan posisi tawar Indonesia di berbagai forum internasional.

Tidak hanya itu, seluruh pertemuan dan kesepakatan tersebut merupakan cerminan dari prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif dalam melindungi kepentingan nasional.

Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, Qodari mengatakan bahwa Indonesia memilih memperluas ruang kolaborasi alih-alih mempersempit pilihan ataupun berpihak kepada salah satu kekuatan.

"Prinsip tersebut sejalan dengan ungkapan Presiden Prabowo Subianto bahwa bagi Indonesia, 1.000 teman masih terlalu sedikit, sedangkan satu lawan sudah terlalu banyak," demikian Muhammad Qodari.

Baca juga: Peta jalan RI-Belarus, arah baru diplomasi ekonomi Indonesia

Baca juga: Kepercayaan yang menebal antara RI dan Singapura

Baca juga: Kehangatan Prabowo-Modi tinggalkan kesan mendalam bagi diaspora India

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |