Hangzhou (ANTARA) - Empat bulan menjelang pembukaan Piala Dunia FIFA 2026 di Amerika Utara, Yiwu, pusat komoditas grosir China yang kerap dijuluki supermarket dunia, sibuk dengan aktivitas produksi dan penjualan untuk memenuhi permintaan global akan pernak-pernik turnamen.
Di Pasar Perdagangan Internasional Yiwu di Kota Yiwu, Provinsi Zhejiang, China timur, toko-toko di bagian perlengkapan olahraga kini dipadati pembeli internasional yang memeriksa produk-produk sampel, menegosiasikan harga, dan melakukan pemesanan.
Seorang pembeli asal Brasil bernama Matheus mengatakan kepada Xinhua dirinya melakukan perjalanan untuk keperluan pengadaan (sourcing trip) selama dua bulan di Yiwu untuk Piala Dunia. "Kami berencana memesan 5.000 hingga 10.000 jersei untuk Piala Dunia, dengan pembelian biasanya difinalisasi pada Januari atau Februari," ujarnya.
Di pasar tersebut, berbagai produk bertema Piala Dunia memenuhi rak. Pedagang setempat Luo Tianle mengatakan kiosnya telah menyediakan 50 hingga 60 produk baru bertema Piala Dunia, termasuk boneka, barang kebutuhan harian, dan suvenir.
"Produk-produk baru ini berhasil mendapatkan pesanan senilai lebih dari 1 juta yuan (1 yuan = Rp2.430) atau sekitar 144.000 dolar AS (1 dolar AS = Rp16.838) hanya dalam satu pekan sejak diluncurkan," kata Luo.
Dikenal akan kualitas dan harga yang terjangkau, produk-produk "Made in Yiwu" konsisten menarik perhatian pasar dalam berbagai ajang olahraga besar. Banyak kalangan bisnis mulai mempersiapkan diri untuk turnamen di Amerika Utara tersebut sejak Mei 2025.
Pedagang Wen Congjian, yang menjual lebih dari 2 juta jersei desain orisinalnya untuk Piala Dunia Qatar 2022, kini tengah memperluas rangkaian produknya.
Untuk tahun 2026, dia telah memperkenalkan jersei untuk wanita, anak-anak, dan bahkan hewan peliharaan. "Kami bertujuan untuk mendiversifikasi produk kami, memberikan lebih banyak pilihan bagi penggemar," jelasnya.
Selain desain baru mereka, para pedagang kini juga mengantongi hak kekayaan intelektual. Bola sepak edisi khusus yang didesain sendiri oleh Chen Shaomei telah menarik sejumlah besar pesanan dari luar negeri. Dilindungi oleh paten desain, bola-bola tersebut menghasilkan margin keuntungan sekitar 15 persen lebih tinggi dibandingkan produk generik.
Meski libur Tahun Baru Imlek semakin dekat, pabrik Chen tetap beroperasi dengan kapasitas penuh. "Para karyawan bekerja lebih lama tahun ini. Volume pesanan kami sekitar 30 persen lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," ujarnya.
Pemandangan serupa juga terlihat di fasilitas lain yang dioperasikan oleh perusahaan perlengkapan olahraga berbeda, di mana sejumlah lini produksi beroperasi tanpa henti. "Pesanan terkait Piala Dunia meningkat dengan semakin dekatnya penyelenggaraan acara," kata Wu Xiaoming, manajer perusahaan tersebut sekaligus kepala asosiasi perlengkapan olahraga Yiwu.
Wu, yang meraih ketenaran di dunia maya pada Piala Dunia sebelumnya karena memproduksi 100.000 bola sepak dalam waktu hanya 50 hari, telah melewati enam edisi Piala Dunia di sepanjang kariernya yang berumur dua dekade.
Menghadapi persaingan ketat, Wu mengalihkan fokus dari harga murah ke diversifikasi merek dan peningkatan produk premium. Perusahaannya kini berpartisipasi dalam menetapkan standar industri, memasok bola resmi untuk turnamen tingkat provinsi, serta bermitra dengan klub-klub sepak bola luar negeri.
Wu meyakini bahwa era untuk bersaing semata-mata berdasarkan harga telah berakhir. "Fokus saat ini adalah pada pengembangan berkualitas tinggi. Saya berharap semua pelaku usaha dapat menemukan arah di tengah kemajuan pesat ini," katanya.
Menurut Bea Cukai Yiwu, ekspor perlengkapan dan barang olahraga dari kota tersebut tumbuh 20,3 persen secara tahunan (yoy) menjadi total 11,65 miliar yuan pada 2025, dengan pasar tujuan utama meliputi Amerika Serikat, Brasil, dan Arab Saudi.
Terlepas dari negara tuan rumah di setiap turnamen, Yiwu tetap menjadi pemasok utama pernak-pernik Piala Dunia. Wu mengaitkan hal ini dengan keunggulan unik kota tersebut dalam hal keberagaman produk, respons pasar yang cepat, dan biaya logistik yang kompetitif.
"Agar dapat menonjol, Anda harus mengkhususkan diri, menjadi tidak tergantikan demi menjustifikasi kualitas dan harga yang Anda tawarkan," ujar Wu.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































