Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai inflasi pada April 2026, yang tercatat sebesar 0,13 persen secara bulanan (month-to-month/mtm), masih cukup terkendali.
Sementara, secara tahunan (year-on-year/yoy), inflasi pada April 2026 tercatat sebesar 2,42 persen (yoy).
Purbaya, dalam taklimat media di Jakarta, Senin, menerangkan tekanan inflasi kini mulai mereda seiring normalisasi kebijakan yang ditempuh pemerintah.
Upaya pemerintah dalam mempertahankan subsidi bahan bakar minyak (BBM) di tengah gejolak geopolitik turut meredam lonjakan inflasi, khususnya di sektor energi.
"Biasanya inflasi (jadi) tinggi, (karena) harga minyak yang berlebihan naiknya. Ini kan (BBM) yang bersubsidi, enggak kita naikkin," kata Purbaya.
Menkeu menjelaskan, keputusan pemerintah untuk tetap melanjutkan subsidi BBM sudah diperhitungkan secara matang.
Pasalnya, jika subsidi energi dicabut di tengah harga minyak dunia yang masih meningkat, inflasi berpotensi melonjak dan berdampak negatif terhadap masyarakat.
"Tapi, kalau kita lepas harga minyak, harga BBM sesuai dengan harga minyak dunia, pasti inflasinya naik tinggi, dan daya beli akan tergerus, efek minyak akan menambah secara signifikan," ujar Purbaya.
"Itulah alasan kenapa kita menahan sebagian subsidi BBM," tambahnya.
Bendahara Negara itu juga mengatakan pelepasan subsidi BBM tidak hanya berdampak pada inflasi, tetapi juga dapat menekan daya beli masyarakat hingga berujung pada perlambatan ekonomi.
"Hitungannya kita adalah mana yang paling bagus, kita subsidi atau kita ambil subsidinya. Uangnya banyak, saya belanjain, tapi ekonominya runtuh, karena susah dikendalikan," jelasnya.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi Indonesia pada April 2026 mencapai 2,42 persen secara tahunan (yoy).
Hal ini tecermin dari kenaikan indeks harga konsumen (IHK) dari 108,47 pada April 2025 menjadi 111,09 pada April 2026.
Secara bulanan, inflasi April 2026 tercatat sebesar 0,13 persen (mtm).
Baca juga: BPS: Kenaikan harga BBM belum berdampak banyak pada inflasi April 2026
Baca juga: BPS sebut transportasi sumbang inflasi bulanan terbesar di April 2026
Baca juga: Purbaya pastikan sehat, pergi ke RS hanya pemeriksaan rutin
Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































