Purbaya pantau belanja K/L kuartal I pacu pertumbuhan ekonomi 6 persen

2 weeks ago 18
Saya akan melihat kementerian/lembaga ada atau nggak yang masih lambat

Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bakal memantau penyaluran belanja kementerian/lembaga (K/L) pada kuartal I-2026 untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen.

“Saya akan melihat kementerian/lembaga ada atau nggak yang masih lambat,” kata Purbaya kepada wartawan di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin.

Kemenkeu menyiapkan anggaran senilai Rp809 triliun untuk percepatan belanja negara pada kuartal I-2026.

Anggaran itu digunakan untuk percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp62 triliun; tunjangan hari raya (THR) aparatur sipil negara (ASN), TNI, dan Polri Rp55 triliun; rehabilitasi dan rekonstruksi bencana Sumatera Rp6 triliun; serta paket stimulus Rp13 triliun.

Total injeksi langsung ini mencapai sekitar Rp136 triliun di luar belanja rutin.

Tambahan momentum juga berasal dari faktor musiman seperti libur dan cuti bersama Imlek serta Idul Fitri, serta kebijakan Work From Anywhere (WFA).

Pada sisi penawaran dan investasi, akselerasi dilakukan melalui pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebanyak 30 ribu unit senilai Rp90 triliun dan pembangunan 190 ribu unit rumah komersial, rumah subsidi, maupun bantuan renovasi (BSPS/Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) dengan total Rp20 triliun.

Selain itu, terdapat groundbreaking proyek hilirisasi Danantara senilai 7 miliar dolar AS atau sekitar Rp110 triliun.

Dengan demikian, total dorongan investasi langsung yang teridentifikasi mencapai sekitar Rp220 triliun.

Purbaya mengatakan gelontoran anggaran itu diharapkan dapat mendorong ekonomi pada kuartal I-2026.

“Proyeksi pertumbuhan kuartal I-2026 mencapai sekitar 5,5 persen sampai 6 persen. Full year 2026, kalau di APBN kan 5,4 persen, tapi kami akan dorong ke arah 6 persen juga,” ujar Purbaya.

Menurut Purbaya, penyaluran belanja K/L terus berjalan dengan rata-rata pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan tahun lalu. Dia yakin progres belanja pemerintah bergerak ke arah yang benar.

“Saya harapkan APBN bisa mendorong terus pertumbuhannya pada triwulan pertama ini, sehingga momentum yang kemarin nggak hilang,” tuturnya.

Sebagai catatan, realisasi belanja K/L per 31 Januari 2026 mencapai Rp55,8 triliun atau 3,7 persen dari target, tumbuh signifikan 128,9 persen (year-on-year/yoy).

Baca juga: Purbaya: Aturan THR masih proses, Presiden akan segera umumkan

Baca juga: APBN defisit Rp54,6 triliun pada bulan pertama 2026

Baca juga: Purbaya perpanjang penempatan dana Rp200 triliun hingga September 2026

Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |