Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Puluhan pelajar SD Negeri 3 Bungur, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG) pada Selasa pagi.
Kepala SD Negeri 3 Bungur Andri Susanto mengatakan 24 siswa mengeluhkan gejala pusing, mual, dan mulas sekitar 20–30 menit setelah mengonsumsi MBG yang diterima sekolah pada pukul 07.30 WIB.
"Total ada 24 siswa yang mengalami keluhan dan langsung kami bawa ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis," katanya.
Ia menjelaskan MBG tersebut dibagikan kepada 76 siswa dan 13 guru.
Baca juga: Petugas mencatat 180 siswa di Cianjur diduga keracunan MBG
Sebelum dibagikan, sejumlah guru telah mencicipi menu MBG dan menilai makanan tersebut dalam kondisi aman.
Namun, setelah dikonsumsi siswa, sebagian pelajar mengeluhkan gejala tidak nyaman.
Berdasarkan keterangan siswa, lauk berupa ayam suwir dan oseng kacang panjang mengeluarkan bau tidak sedap dan berlendir.
Ia menyebut SD Negeri 3 Bungur baru menerima layanan MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bungur sejak pertengahan Januari 2026 atau belum genap satu bulan sebelum insiden tersebut terjadi.
Setelah kejadian, pihak sekolah memulangkan siswa lebih awal dan menghentikan kegiatan belajar mengajar untuk sementara pada hari itu guna memastikan kondisi kesehatan siswa.
"Kami terus memantau kondisi siswa, termasuk yang sempat pulang lebih dulu. Jika ada keluhan lanjutan, langsung kami rujuk ke fasilitas kesehatan," ujarnya.
Hingga Selasa siang, seluruh siswa yang mengalami keluhan masih dalam pemantauan pihak sekolah dan tenaga kesehatan, sedangkan penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Baca juga: SPPG Bukit Batu Singkawang dinonaktifkan sementara usai keracunan MBG
Baca juga: Dinkes: Hasil lab tunjukkan MBG SPPG di Kudus terkontaminasi E.Coli
Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































