PRR: Pembersihan lumpur pascabanjir Aceh capai 480 lokasi

2 weeks ago 18
...Sebanyak 39 lokasi yang tersisa umumnya berada di kawasan permukiman padat dan memiliki drainase sempit sehingga memerlukan penanganan manual yang lebih teliti

Jakarta (ANTARA) - Proses pembersihan lumpur - timbunan material pascabanjir di Aceh telah mencapai 480 dari total 519 lokasi terdampak sementara sisanya masih dalam tahap penanganan sebagaimana dilaporkan Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Sabtu.

"Sebanyak 39 lokasi yang tersisa umumnya berada di kawasan permukiman padat dan memiliki drainase sempit, sehingga memerlukan penanganan manual yang lebih teliti," kata Kepala Pos Komando Wilayah (Kaposwil) Aceh Satgas PRR, Safrizal dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Dia memastikan bahwa dukungan personel dioptimalkan di titik-titik krusial demi mempercepat proses pembersihan, upaya ini menunjukkan komitmen penanganan dengan hasil yang nyata.

Satgas PRR mengerahkan personel Praja IPDN untuk membantu percepatan pembersihan fasilitas publik dan lingkungan warga agar segera layak digunakan kembali, khususnya di wilayah Aceh Tamiang.

Selain pengerahan personel kedinasan, Safrizal juga memaparkan keberlanjutan program cash for work atau padat karya tahap kedua yang melibatkan partisipasi langsung masyarakat terdampak.

Baca juga: BPBD: Warga Pidie Jaya kembali bersihkan rumah pasca banjir berulang

Sebagaimana di Kabupaten Pidie Jaya, tepatnya di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua, program padat karya itu sedang berjalan aktif dengan melibatkan total 392 peserta dari unsur warga, aparat daerah, serta TNI dan Polri.

“Kekuatan di Pidie Jaya terdiri dari 300 warga lokal, 80 personel Satpol PP dan BPBD, serta didampingi 12 personel TNI/Polri. Pelaksanaan gelombang pertama sudah berjalan pada 6-8 April, dan akan dilanjutkan kembali pada 14-17 April mendatang. Ini adalah bukti bahwa pemerintah dan masyarakat bahu-membahu di lapangan,” jelasnya.

Dengan demikian, Safrizal meminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh potongan informasi yang tidak utuh di media sosial yang mengesankan pemerintah menyerah dalam penanganan pasca-banjir di Aceh.

Bahkan, ia menambahkan bahwa seluruh infrastruktur vital dan jalan nasional tahap pertama sudah tuntas 100 persen sejak Januari lalu, dan kini Satgas fokus menuntaskan pembersihan lingkungan pemukiman.

“Data adalah fakta, dan kerja kami adalah nyata. Kami tidak akan berhenti sampai lokasi terakhir benar-benar tuntas. Kami mengajak masyarakat untuk tetap optimis menyongsong tahap rehabilitasi dan rekonstruksi selanjutnya,” kata dia.

Baca juga: Menyusuri Aceh: Dari Lumpur, Harapan, hingga Ketegaran (1)

Baca juga: Satgas PRR: Pemulihan rumah ibadah di Aceh sudah mencapai 98 persen

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |