Jakarta (ANTARA) - Industri perhotelan Indonesia sedang berada di arah persimpangan yang menantang antara target jangka pendek dan peluang jangka panjang yang semakin terbuka.
Dalam beberapa waktu terakhir, sinyal perlambatan pariwisata memang muncul seiring dinamika ekonomi global yang berfluktuasi.
Namun, di balik itu, terdapat arus besar perubahan perilaku masyarakat, transformasi model bisnis, serta keberanian investasi yang justru memperlihatkan arah masa depan industri ini tetap menjanjikan.
Pelaku industri hotel di Indonesia, Jeyson Pribadi, mengatakan investasi di sektor perhotelan saat ini tidak berhenti, melainkan terus berjalan secara bertahap dan berkelanjutan.
Pria yang menjabat sebagai Presiden Direktur PT Gunung Geulis Elok Abadi itu menyampaikan pihaknya terus melakukan ekspansi, dimulai dari kapasitas terbatas sekitar 70 kamar, kemudian berkembang menjadi dua kali lipat, hingga rencana penambahan ballroom dan ruang pertemuan serta renovasi kamar lama.
Proses ini bukan sekadar ekspansi fisik, melainkan strategi jangka panjang untuk menjawab kebutuhan pasar yang terus berubah.
Yang menarik, optimisme tersebut nyatanya bukan asumsi semata. Tetapi bertumpu pada pemahaman bahwa siklus ekonomi global memang selalu bergerak naik turun.
Perlambatan bukanlah tanda kemunduran permanen, melainkan fase yang harus diantisipasi dengan kesiapan. Dalam hal ini, investasi justru menjadi alat untuk memastikan bahwa ketika permintaan kembali meningkat, kapasitas dan kualitas layanan sudah siap menjawabnya.
Di sisi lain, perubahan perilaku masyarakat pascapandemi menjadi faktor kunci yang membentuk ulang wajah industri hotel.
Masyarakat kini semakin sadar akan pentingnya kualitas hidup. Pilihan perjalanan tidak lagi semata tentang lokasi pusat kota atau kemewahan konvensional, tetapi tentang pengalaman yang lebih personal, lebih tenang, dan lebih dekat dengan alam.
WFA dan WFH
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































