Presiden Timor-Leste: Ukraina sebaiknya menjadi negara netral

1 week ago 5

Dili, Timor Leste (ANTARA) - Presiden Timor-Leste dan peraih Hadiah Nobel Perdamaian Jose Ramos-Horta berpendapat bahwa Ukraina seharusnya menjadi negara netral.

"Dan Ukraina, seperti yang sudah saya katakan berkali-kali, seharusnya menjadi negara netral. Tirulah model Swiss. Bayangkan jika Ukraina negara netral, mereka bisa mendapatkan manfaat dari investasi dan sektor perbankan dari semua pihak," katanya dalam wawancara dengan RIA Novosti di Dili, Jumat.

Ramos Horta juga menanggapi keinginan Kiev untuk bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

"Tuhanku, beberapa tahun lalu saya sudah katakan mengapa bergabung dengan NATO? Lihat saja Afghanistan. Setelah 20 tahun, mereka (NATO) berkemas dan pergi. Afghanistan. Dan di sini, kita akan bisa mengelola (hubungan dengan) Rusia?" katanya menambahkan.

Ramos-Horta juga ingin melihat Rusia dan Eropa lebih erat di masa mendatang.

"Tolonglah, saya katakan kepada orang-orang Eropa dan Rusia, jalin kembali hubungan satu sama lain. Rusia adalah peradaban Kristen. Eropa juga mayoritas peradaban Kristen. Berbicaralah satu sama lain, bangun kembali hubungan itu," kata Ramos-Horta menutup pembicaraan.

Sumber: Sputnik-OANA

Baca juga: Kremlin prihatin atas rencana pengerahan pasukan NATO ke Ukraina

Baca juga: Zelenskyy desak dukungan lebih kuat dari Trump, kritik dialog Rusia-AS

​​​​​​​

Penerjemah: Primayanti
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |