Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menyoroti peran pencak silat di Indonesia tidak hanya untuk membentuk ketangguhan fisik, tetapi juga karakter dan jati diri nasional karena memiliki dimensi yang jauh melampaui aspek fisik sebagai olahraga atau seni bela diri.
"Pencak silat ya olahraga. Pencak silat olahraga, pencak silat seni bela diri, ya benar. Pencak silat, tapi lebih dari itu, pencak silat mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia," kata Presiden Prabowo dalam sambutannya pada Musyawarah Nasional (Munas) XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia Masa Bakti 2026-2030 di Jakarta pada Sabtu.
Kekuatan sejati dalam pencak silat, kata Presiden, tidak hanya terletak pada kemampuan fisik, tetapi pada kedalaman ilmu yang diiringi dengan kerendahan hati. Nilai-nilai kesatria yang diajarkan dalam pencak silat dimulai dari keberanian, keberanian yang digunakan untuk melindungi, bukan untuk kesombongan atau penyalahgunaan kekuatan.
"Hampir semua perguruan di pencak silat dan saya kira di semua bela diri dunia yang saya ikuti dan semua guru mengajarkan ilmu ini adalah untuk membela diri, membela keluargamu, membela desamu, membela masyarakatmu, membela bangsamu," kata Prabowo menambahkan.
Presiden pun menilai pembinaan pencak silat memiliki kontribusi langsung dalam menciptakan masyarakat yang tangguh dan stabil. Menyebut jika di setiap desa dan kecamatan memilik masyarakat yang kuat, stabil dan tenang maka bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang kuat.
Dalam perspektif sejarah, dia mengingatkan bahwa bangsa Indonesia telah menghadapi berbagai tantangan dari kekuatan asing selama ratusan tahun. Pada situasi tersebut, pencak silat menjadi bagian dari semangat perlawanan bangsa dengan terus dilestarikan walaupun sempat dilarang pada masa penjajahan.
"Waktu itu pencak silat dilarang. Tidak boleh belajar pencak silat. Akhirnya pencak silat dilatih malam-malam oleh guru-guru kita. Malam-malam di bukit-bukit, di gunung-gunung, di surau-surau," kata Presiden.
Pernyataan Presiden Prabowo tersebut memperkuat posisi pencak silat sebagai warisan budaya yang hidup, yang tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga menjadi instrumen pembentukan karakter, persatuan, dan ketahanan nasional di tengah dinamika global.
Baca juga: Presiden dukung pencak silat dapat dipertandingkan di Olimpiade
Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































