Jakarta (ANTARA) - Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang terus berulang, emas kembali menemukan momentumnya sebagai jangkar kepercayaan masyarakat.
Instrumen ini tidak hanya dipandang sebagai aset, tetapi juga sebagai simbol keamanan finansial yang paling mudah dipahami lintas generasi.
Fenomena meningkatnya minat masyarakat terhadap emas, belakangan ini, bukan sekadar tren sesaat, melainkan refleksi dari kebutuhan yang lebih mendasar terkait kepastian, transparansi, dan akses yang adil dalam bertransaksi.
Kehadiran berbagai model bisnis baru dalam industri jual beli emas memperlihatkan bahwa pasar tidak lagi bisa bertahan dengan pendekatan lama yang cenderung tertutup dan asimetris.
Praktisi emas di Pasar Lama, Tangerang, Benjamin Master Adhisurya, menilai selama bertahun-tahun, salah satu persoalan utama yang dihadapi masyarakat saat berinvestasi emas adalah ketidakjelasan harga dan proses transaksi yang tidak sepenuhnya transparan.
Banyak orang menjual emas tanpa benar-benar memahami kadar, berat, maupun nilai riil yang mereka miliki. Oleh karena itu, munculnya pelaku usaha yang menekankan transparansi harga dan proses terbuka menjadi titik balik penting dalam membangun kepercayaan publik.
Salah satu pendekatan yang menarik adalah bagaimana harga tidak lagi ditentukan secara sepihak, melainkan mengacu pada harga emas dunia yang kemudian diolah melalui formula tertentu agar tetap kompetitif.
Mekanisme ini menunjukkan bahwa harga emas di tingkat ritel, sesungguhnya memiliki ruang untuk dikelola secara lebih efisien, tanpa harus membebani konsumen.
Ketika pelaku usaha memilih margin yang lebih tipis dan mengandalkan volume transaksi yang tinggi, terjadi pergeseran paradigma dari keuntungan jangka pendek menuju keberlanjutan bisnis. Model ini, sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk berinvestasi dengan biaya yang lebih terjangkau.
Lebih jauh, transparansi tidak hanya berhenti pada harga, tetapi juga merambah ke proses verifikasi.
Pemanfaatan teknologi
Praktik pengecekan emas yang dilakukan secara terbuka di hadapan pelanggan menjadi langkah sederhana, namun berdampak besar.
Founder Jual Emas Indonesia Juan Sen mengatakan teknologi memainkan peran penting dalam industri emas saat ini.
Menurut dia, pemanfaatan teknologi, seperti X-Ray Fluorescence atau XRF, memungkinkan pengujian kandungan emas secara cepat dan akurat, hingga tingkat presisi yang sangat tinggi, bahkan tanpa merusak fisik perhiasan.
Pengalamannya memanfaatkan teknologi dalam bisnis emas menunjukkan bahwa kehadiran teknologi ini bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga tentang demokratisasi informasi.
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































