Pramono Anung ingin hidupkan kembali MTQ secara berjenjang

5 days ago 11
Tujuannya agar semakin banyak orang memakmurkan masjid

Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ingin menghidupkan kembali ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) secara berjenjang, dimulai dari tingkat paling dekat dengan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri acara peringatan Nuzulul Quran dan buka puasa bersama di Kantor Sekretariat Dewan Pimpinan Pusat Forum Ulama Habaib (DPP FUHAB), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Minggu.

“Saya ingin MTQ tidak lagi langsung dimulai di tingkat provinsi. Kita mulai dari tingkat RT dan RW, lalu kelurahan, kecamatan, kota atau kabupaten, hingga akhirnya ke tingkat provinsi," katanya.

Pram percaya jika hal tersebut dilakukan, semakin banyak anak-anak yang terdorong untuk belajar membaca Al-Qur’an dengan baik.

Selain MTQ, Pram juga ingin mengadakan berbagai lomba bernuansa keagamaan, seperti tabuh bedug, agar menjadi ajang istimewa bagi masyarakat. Kegiatan tersebut diharapkan dapat mempererat kebersamaan sekaligus memakmurkan masjid.

“Tujuannya agar semakin banyak orang memakmurkan masjid. Saya berharap MTQ, lomba tabuh bedug, dan kegiatan lainnya dapat mempererat silaturahmi serta menjaga syiar agama kita,” ungkapnya.

Baca juga: Pemprov apresiasi para kafilah Jakarta atas prestasi di MTQ Nasional

Lebih lanjut, Pramono menyampaikan rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar Haul Ulama Betawi di kawasan Monumen Nasional (Monas) sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama yang telah berkontribusi bagi kehidupan masyarakat Jakarta.

“Kita akan adakan di Monas. Saya berharap kegiatan ini semakin memperkuat kehidupan kerukunan, keberagaman, dan keagamaan di Jakarta. Nilai rahmatan lil ‘alamin tidak hanya diucapkan, tetapi benar-benar hadir dalam kehidupan sehari-hari,” urainya.

Pramono Anung juga menekankan pentingnya peran ulama dan habaib dalam pembangunan Jakarta, utamanya untuk memperkuat persatuan umat di tengah keberagaman masyarakat di ibu kota.

“Kita mengetahui peran ulama dan habaib sangat penting dalam menjaga nilai-nilai keislaman, memperkuat persatuan umat, serta menumbuhkan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat. Ini merupakan modal penting dalam membangun Jakarta,” ujarnya.

Pramono juga menyampaikan salah satu keistimewaan bulan suci Ramadan, yakni adanya peringatan Nuzulul Quran. Ia berharap momentum tersebut menjadi refleksi bagi umat Islam untuk semakin mencintai Al-Qur’an serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

“Al-Qur’an bukan hanya menjadi kitab suci umat Islam, tetapi juga menjadi petunjuk dan pedoman hidup bagi umat manusia,” tuturnya.

Baca juga: DKI ingin selenggarakan haul ulama dan pejuang Betawi

Baca juga: Pramono soroti pentingnya sinergi ulama dan umara jaga kondusivitas DKI

Pewarta: Ilham Kausar
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |