Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menyebut dukungan petani dan nelayan menjadi salah satu faktor penting dalam kemenangannya pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
"Saudara-saudara, saya yakin HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) dan KTNA (Kontak Tani dan Nelayan Andalan) kunci dari kemenangan saya kemarin itu," kata Prabowo saat menghadiri puncak PENAS KTNA XVII di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo dipantau dari siaran resmi Sekretariat Presiden di Jakarta Rabu.
Presiden mengatakan dia memiliki kedekatan yang panjang dengan kalangan petani dan nelayan karena telah lama berjuang bersama kelompok tersebut melalui berbagai organisasi pertanian.
Menurut dia, perjuangannya di dunia politik juga dilandasi keinginan untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat di sektor pertanian dan perikanan. Prabowo mengaku tetap bertahan dalam dunia politik meski beberapa kali mengalami kekalahan dalam pemilihan umum.
"Saya ikut pemilihan umum, saya ikut lima kali, empat kali kalah, yang terakhir menang," ujarnya.
Prabowo mengatakan semangat untuk terus maju dalam kontestasi politik muncul karena keyakinannya bahwa petani, nelayan, buruh, dan kelompok masyarakat kecil perlu mendapatkan perhatian lebih besar dalam pembangunan nasional.
Presiden menilai sektor pertanian dan perikanan memiliki posisi strategis karena menjadi sumber utama penyediaan pangan bagi masyarakat Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengapresiasi kepada para petani dan nelayan yang selama ini berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.
Menurut dia, keberhasilan Indonesia meningkatkan produksi pangan tidak terlepas dari kerja keras para petani dan nelayan di berbagai daerah.
Prabowo menegaskan pemerintah akan terus memperkuat sektor pertanian dan perikanan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca juga: Prabowo: Petani dan nelayan tulang punggung Republik
Baca juga: Prabowo: Produksi beras dan jagung RI tertinggi sepanjang sejarah
Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































