Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto bertolak kembali ke Jakarta setelah merampungkan rangkaian kunjungan kerjanya selama dua hari di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, dan Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, pada pergantian tahun 2025 ke 2026.
Dari Kabupaten Aceh Tamiang, helikopter Caracal yang membawa Presiden Prabowo terbang menuju Pangkalan Udara TNI AU Soewondo di Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis sore.
Dari Lanud Soewondo, Presiden Prabowo naik pesawat kepresidenan PK-GRD menuju Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Presiden Prabowo mengawali kunjungan kerjanya di Tapanuli Selatan, Rabu (31/12), dan menghabiskan malam pergantian tahun bersama para pengungsi banjir bandang serta tanah longsor di posko pengungsian Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru.
Di Batang Toru, Tapanuli Selatan, Presiden pada Rabu siang juga mengecek langsung jembatan bailey yang baru terpasang di Sungai Garoga.
Jembatan bailey yang dibangun oleh sejumlah prajurit TNI dari Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) TNI AD, BUMN sektor konstruksi, dan Kementerian Pekerjaan Umum itu, menghubungkan kembali Tapanuli Selatan dengan sejumlah kecamatan di Tapanuli Tengah.
Baca juga: Prabowo: Bencana Sumatera tak nasional, tapi ditangani serius
Selepas itu, Presiden melanjutkan perjalanannya mengecek kegiatan di Posko Kesehatan Kodam I/Bukit Barisan. Posko kesehatan itu saat ini menjadi salah satu tempat para pengungsi mendapatkan layanan kesehatan.
Berlanjut pada Rabu tengah malam atau saat malam pergantian tahun, Presiden Prabowo merayakan momen tersebut di lokasi pengungsian Batu Hula, duduk di tengah-tengah para pengungsi.
Di posko pengungsi, sejumlah menteri turut mendampingi Presiden, termasuk salah satunya Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Kemudian, pada hari pertama tahun 2026, Kamis, Presiden Prabowo terbang ke Kabupaten Aceh Tamiang untuk mengecek pembangunan Rumah Hunian Danantara yang diperuntukkan kepada para pengungsi.
Baca juga: Prabowo usul atap hunian Danantara diberi pelapis agar tak panas
CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani melaporkan kepada Presiden, Danantara menargetkan membangun 15.000 hunian untuk para pengungsi dalam waktu tiga bulan.
Selepas berkeliling mengecek hunian yang dibangun Danantara, Presiden Prabowo lanjut memimpin rapat terbatas untuk menerima laporan, serta memberikan instruksi mengenai penanganan dampak bencana, serta langkah-langkah pemulihan, rekonstruksi, dan rehabilitasi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Rapat tersebut diikuti CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani, Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria, yang juga COO Danantara, kemudian Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo, Menteri Luar Negeri Sugiono, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono.
Kemudian, ada pula Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, dan jajaran direksi dari 15 BUMN yang terlibat dalam pembangunan hunian untuk para pengungsi.
Baca juga: Tidak hanya rumah, Prabowo minta RS, Puskesmas, sekolah diperhatikan
Baca juga: Prabowo: Bantuan bencana harus transparan dan tanpa kepentingan
Pewarta: Genta Tenri Mawangi, Fathur Rochman
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































