Medan (ANTARA) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menyatakan jembatan Aek Sipange di Desa Si Golang, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, bukti kehadiran pemerintah.
"Jembatan ini bukan sekadar infrastruktur penghubung, tetapi simbol kehadiran pemerintah provinsi mempercepat pembangunan di wilayah Tapsel," ucap Bobby usai meresmikan Jembatan Aek Sipange di Desa Si Golang, Kecamatan Aek Bilah, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Kamis.
Gubernur menyebut jembatan sepanjang 50 meter ini menjadi penghubung dua kabupaten di Sumatera Utara, yakni Tapanuli Selatan dan Padang Lawas Utara.
Baca juga: TNI selesaikan jembatan Armco di Tapsel penghubung antarlingkunan
Bobby mengaku Jembatan Aek Sipange memiliki lebar total delapan meter terdiri atas enam meter badan jalan, dan masing-masing trotoar satu meter menggunakan APBD Sumut sebesar Rp21,88 miliar, dan pembangunannya sejak Juni 2025.
"Alhamdulillah, di bulan Ramadhan ini, kita bisa berada di jembatan Aek Sipange yang sudah selesai dibangun. Mudah-mudahan jembatan ini membawa kebaikan bagi masyarakat Tapanuli Selatan," katanya.
Ia menjelaskan pembangunan jembatan tersebut menjadi prioritas, karena menjadi akses utama menuju wilayah pedalaman.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Selatan mencatat Aek Bilah merupakan salah satu kecamatan terdampak bencana walau tidak separah 11 kecamatan di Tapanuli Selatan akhir November 2025.
"Jembatan ini sangat penting membuka akses masuk material dan warga. Setelah jembatan selesai, pembangunan ke wilayah yang lebih dalam bisa kita lanjutkan," ujar Bobby.
Gubernur menyoroti kondisi jalan menuju sejumlah kecamatan di Tapanuli Selatan yang masih rusak dan membutuhkan perhatian serius.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, kata dia, telah menyiapkan perencanaan perbaikan infrastruktur tersebut.
"Kami sudah melihat langsung kondisi jalannya. Perencanaannya sudah ada, dan kita ingin pembangunan itu bisa segera dilaksanakan," papar Bobby.
Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu mengatakan jembatan ini menjadi jawaban atas persoalan lama masyarakat Tapsel bertahun-tahun harus mempertaruhkan nyawa saat menyeberangi sungai.
Ia mengungkapkan pembangunan jembatan tersebut berawal dari tragedi memilukan ketika satu keluarga terseret arus sungai saat mencoba menyeberang sungai menggunakan mobil.
"Kurang lebih dua Lebaran yang lalu ada keluarga yang mencoba menyeberang saat air sungai naik. Mobilnya hanyut dan satu keluarga yang berisi delapan orang meninggal dunia,” katanya.
Bupati menyatakan peristiwa tersebut langsung mendapat perhatian dari Gubernur Sumut Bobby Nasution yang kemudian mengalokasikan anggaran pembangunan jembatan tersebut.
Baca juga: Penyintas bencana tanah bergerak Tapsel buka puasa pertama di huntara
Baca juga: Penyintas bencana banjir bandang Tapsel sahur perdana di tenda darurat
"Pak Gubernur mendengar peristiwa itu lalu mengalokasikan anggaran dan memprogramkan pembangunan jembatan ini. Hari ini jembatan itu sudah selesai dan diresmikan,” ujarnya.
Ia menilai pembangunan jembatan Aek Sipangi merupakan program monumental, karena membuka akses bagi masyarakat di sejumlah kecamatan sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.
"Jembatan ini tentu sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di Kecamatan Aek Bilah dan wilayah sekitarnya. Ini akan meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," ucap Gus Irawan.
Pewarta: Muhammad Said
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































