Atlet panahan mulai latihan keras persiapan Asian Games 2026

2 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Atlet panahan Akhmad Khoirul Basith mengatakan para atlet panahan Indonesia mulai menjalani latihan keras untuk persiapan menghadapi Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang.

"Persiapannya cukup berat, latihan dari pagi sampai malam dan hanya libur hari Minggu,” kata Basith kepada wartawan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.

Peraih emas panahan SEA Games 2025 itu menjelaskan persaingan menuju Asian Games cukup ketat karena dari empat atlet dalam kategori itu hanya tiga orang yang akan diberangkatkan ke Nagoya.

Basith menyebut empat atlet yang bersaing dalam nomor recurve putra yakni dia sendiri, Arif Dwi Pangestu, Riau Ega Agatha, dan Alviyanto Bagas Prastyadi.

"Untuk Asian Games nanti hanya tiga atlet yang berangkat, jadi ada seleksi atau promosi degradasi," katanya.

Menurut Basith, program latihan saat ini masih bersifat umum dengan fokus pada peningkatan fisik dan teknik. Latihan dilakukan di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan.

Tim panahan Indonesia juga akan mengikuti sejumlah kejuaraan internasional, salah satunya Piala Dunia Panahan di Shanghai, China, pada Mei.

Basith menilai persaingan di tingkat Asia pada Asian Games mendatang bakal ketat di mana Korea Selatan, China, dan India menjadi kekuatan utama panahan.

Baca juga: Perpani jadikan Hyundai Archery tambah daya saing menuju Asian Games

"Korea biasanya sangat kuat. Tapi kami akan berlatih lebih keras supaya bisa mendapatkan hasil terbaik,” katanya.

Dia optimistis bisa meraih medali pada beregu recurve putra karena kekompakan tim yang telah terbangun selama ini.

"Saya percaya dengan tim. Kami saling percaya satu sama lain, jadi peluang di nomor beregu cukup besar," katanya.

Di tengah proses latihan, Basith juga menempuh pendidikan di Universitas Budi Luhur melalui program beasiswa atlet.

Dia bergabung dengan kampus tersebut setelah meraih medali perunggu pada Asian Games 2022 Hangzhou, dengan mengambil program studi manajemen.

Meski harus membagi waktu antara latihan dan perkuliahan, Basith tetap berusaha menjaga prestasi akademiknya.

"Kampus memberi fasilitas kuliah online dan ujian susulan kalau sedang bertanding, jadi tetap bisa mengikuti perkuliahan," katanya.

Baca juga: Tim para panahan tambah perak dan perunggu untuk Indonesia

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |