Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut, pembangunan infrastruktur ke depannya harus mampu mendorong kreativitas serta memberikan ruang bagi aktivitas generasi muda.
"Saya setuju sekali (infrastruktur terkait kreativitas anak muda). Saya senang tadi anak-anak muda, generasi Z menyampaikan aspirasi bahwa pembangunan infrastruktur itu harus menyentuh semua sektor ya," kata Menko AHY dalam acara ngobrol santai di Cipayung, Jakarta Timur, Kamis.
Menurut Menko AHY, pembangunan infrastruktur tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata.
Pemerintah juga perlu memastikan pembangunan tersebut mampu mendorong kreativitas serta memberikan ruang bagi aktivitas generasi muda.
Dalam forum tersebut, banyak perwakilan Generasi Z menyampaikan harapan agar pembangunan infrastruktur tidak hanya fokus pada aspek ekonomi, tetapi juga mendukung ruang berekspresi dan kreativitas anak muda.
AHY mengaku sepakat dengan pandangan tersebut. Menurutnya, pembangunan infrastruktur memang harus menyentuh berbagai sektor kehidupan masyarakat secara luas.
Selain itu, Menko AHY menjelaskan, pembangunan infrastruktur tidak hanya sebatas pembangunan fisik seperti jalan dan jembatan.
Baca juga: Menkop siapkan Kopdes jadi alternatif tempat kerja Gen Z
"Pemerintah juga perlu memperhatikan pembangunan sektor lain yang berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat," ujar Menko AHY.
Sektor pendidikan dan kesehatan, kata Menko AHY merupakan bagian penting dari infrastruktur yang harus terus ditingkatkan agar dapat diakses oleh seluruh masyarakat secara merata.
"Selain infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan, kita juga harus memperkuat sektor pendidikan agar semakin baik. Termasuk fasilitas kesehatan yang harus semakin mudah diakses oleh seluruh masyarakat," jelas Menko AHY.
Lebih jauh, AHY juga menyoroti pentingnya menghadirkan ruang-ruang kreatif bagi generasi muda, khususnya di kota besar seperti Jakarta.
Dia menilai keberadaan sentra kreatif dapat menjadi wadah bagi anak muda untuk mengekspresikan ide dan karya mereka.
Lalu, kota modern dan maju tidak hanya ditandai dengan pembangunan fisik yang masif, tetapi juga dengan tersedianya ruang yang mendukung aktivitas kreatif masyarakat.
Baca juga: Pakar nilai gen Z miliki potensi bekerja di industri kreatif
"Kita berharap ke depan hadir sentra-sentra kreatif yang memberikan ruang yang lega bagi generasi muda Indonesia, terutama di Jakarta, untuk terus berkreasi dan mengekspresikan karya-karyanya," ucap Menko AHY.
Dia menambahkan, kota yang maju seharusnya mampu tampil sebagai kota global tanpa kehilangan identitas lokalnya.
Oleh karena itu, pembangunan harus tetap berakar pada karakteristik dan keunikan budaya daerah.
"Boleh saja kotanya global, tetapi akarnya tetap harus kuat pada karakteristik Indonesia maupun keunikan daerahnya," ujar Menko AHY.
Dalam mewujudkan hal tersebut, AHY menilai diperlukan dukungan serius dari seluruh tingkatan pemerintahan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kota.
Sinergi tersebut dinilai penting agar pembangunan infrastruktur dapat berjalan secara terintegrasi serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah.
Selain itu, AHY juga menilai generasi muda memiliki peran penting dalam proses pembangunan.
Dia mengapresiasi sikap kritis anak muda yang berani menyampaikan aspirasi kepada para pengambil kebijakan.
Apalagi, suara generasi muda harus didengar agar kebijakan yang diambil benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat di masa depan
"Anak-anak muda kita punya daya kritis dan berani menyuarakan aspirasi. Itu sangat penting bagi para pengambil keputusan, termasuk kami yang diberi amanah untuk mengawal pembangunan infrastruktur," ucap Menko AHY.
AHY menegaskan, pemerintah akan terus berupaya memastikan setiap kebijakan pembangunan dapat mengakomodasi berbagai aspirasi masyarakat, termasuk dari generasi muda.
Dengan demikian, generasi muda tidak hanya menjadi pihak yang merasakan dampak pembangunan, tetapi juga berperan aktif dalam menentukan arah pembangunan itu sendiri.
"Generasi muda tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga harus menjadi subyek pembangunan," ucapnya.
Baca juga: Menko IPK serap aspirasi gen Z dorong infrastruktur dan digitalisasi
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































