PPIH minta jamaah haji waspadai gejala penyakit setiba di tanah air

2 weeks ago 7

Medan (ANTARA) - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Medan meminta jamaah haji asal Sumatera Utara mewaspadai berbagai gejala penyakit setiba di tanah air.

"Kami imbau bapak ibu mewasdapai gejala penyakit setelah tiba di tanah air," kata petugas Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Medan dr Zulfan Anshori saat penyambutan jamaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 06 Debarkasi Medan di Asrama Haji Medan, Senin.

Terdapat tujuh gejala penyakit utama yang harus diwaspadai, lanjut dia, yakni demam, batuk, pilek, sesak napas, nyeri tenggorokan, mual dan muntah, serta diare.

Pihaknya meminta kepada setiap jamaah haji segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami indikasi gejala tersebut.

Data PPIH Debarkasi Medan menyebutkan, 5.967 haji asal Sumatera Utara melakukan fase pemulangan melalui Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang mulai 2 hingga 21 Juni 2026.

"Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jamaah Haji atau K3JH harus dibawa saat memeriksakan diri agar tenaga kesehatan dapat melakukan penanganan lebih cepat dan tepat," tutur Zulfan.

Baca juga: Menhaj: Acuan kuota haji 2027 tetap di angka 221 ribu orang

Ia mengimbau gejala penyakit tersebut maupun lainnya agar dipantau secara mandiri oleh setiap jamaah haji selama 21 hari setelah tiba di Indonesia.

"Jamaah haji diminta tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta beristirahat yang cukup," ungkapnya.

Kemudian, menggunakan masker apabila mengalami gejala gangguan kesehatan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami keluhan kesehatan.

Diketahui, sebanyak 358 haji Kloter 06 Debarkasi Medan berasal dari lima kabupaten/kota di Sumatera Utara, yakni Mandailing Natal (339), Toba (7), Nias Selatan (4), Nias Utara (1), Medan (1), dan petugas kloter (6).

Tercatat, seorang haji atas nama Isron bin Baitul Nasution berasal dari Kabupaten Mandailing Natal pada kloter ini wafat akibat sakit di Arab Saudi, Rabu (27/5).

"Selain itu, jamaah haji diimbau menyampaikan riwayat perjalanan hajinya kepada petugas kesehatan agar memperoleh pelayanan yang optimal," jelas Zulfan.

Baca juga: Jamaah haji Kloter 9 Debarkasi Makassar kembali utuh ke tanah air

Pewarta: Muhammad Said
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |