Jakarta (ANTARA) - Kinerja sebuah industri biasanya tidak benar-benar terlihat saat keadaan sedang baik-baik saja. Ketika harga komoditas tinggi dan ekonomi global stabil, hampir semua perusahaan dapat mencatat pertumbuhan. Ujian sesungguhnya justru datang ketika ketidakpastian meningkat dan tekanan pasar muncul dari berbagai arah.
Tahun 2025 menjadi salah satu periode yang mengajarkan pelajaran tersebut. Ketegangan geopolitik di berbagai belahan dunia belum mereda. Harga komoditas bergerak naik turun dengan cepat. Jalur perdagangan global sesekali terganggu.
Banyak negara memilih bersikap hati-hati karena ketidakpastian menjadi sesuatu yang sulit diprediksi.
Dalam situasi seperti itu, pertanyaan yang muncul bukan sekadar seberapa besar keuntungan yang bisa diperoleh sebuah perusahaan. Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah apakah sebuah organisasi mampu tetap berdiri tegak ketika angin perubahan bertiup kencang dari segala arah.
Dari sudut pandang itulah kinerja industri tambang Indonesia pun mendapatkan ujian tersendiri.
Ketika perusahaan-perusahaan yang bergerak di dalamnya mulai terkonsolidasi dalam Holding Industri Pertambangan Indonesia atau MIND ID, maka sepanjang 2025 menjadi menarik untuk dicermati.
Di tengah tekanan global yang tidak ringan, perusahaan-perusahaan tersebut justru tampak menunjukkan kemampuan bertahan, beradaptasi, dan tumbuh secara konsisten.
Pengamat BUMN Universitas Indonesia, Toto Pranoto, melihat capaian perusahaan tambang pelat merah mulai melampaui ekspektasi pasar.
Menurutnya, hasil tersebut tidak dapat dijelaskan hanya oleh kenaikan harga komoditas akibat situasi geopolitik dunia. Ia menilai terdapat faktor yang lebih mendasar, yakni kemampuan integrasi bisnis dari hulu hingga hilir yang semakin baik.
Pandangan ini penting karena selama bertahun-tahun sektor pertambangan sering dipersepsikan sebagai sektor yang sangat bergantung pada nasib harga komoditas dunia. Ketika harga naik, keuntungan meningkat. Ketika harga turun, kinerja ikut melemah.
Baca juga: AMMAN catatkan pertumbuhan laba bersih 148 persen
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































