Polrestro Jakbar tangkap pelaku penggelapan beras premium 15 ton

3 hours ago 2
Pelaku diamankan di wilayah Balaraja, Tangerang, Banten

Jakarta (ANTARA) - Polres Metro Jakarta Barat (Polrestro Jakbar) menangkap pelaku penggelapan beras premium seberat 15 ton milik pengusaha asal Palembang bernama Bambang Irawan.

Wakasat Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat, AKP Dimitri Mahendra membenarkan penangkapan pria berinisial berinisial AJ tersebut.

"Hari ini kami berhasil mengamankan satu orang pelaku yang terlibat dalam kasus penipuan dan penggelapan beras premium sebanyak 15 ton. Pelaku diamankan di wilayah Balaraja, Tangerang, Banten," kata Dimitri Mahendra di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Kepala Bapanas sebut beras premium tidak dikenakan PPN 12 persen

Kendati demikian, Dimitri menyebut belum bisa membeberkan detail kasus tersebut lantaran pelaku masih diperiksa secara intensif.

"Kami masih mendalami terkait kasus ini agar peristiwa ini dapat terang dan akan kami sampaikan lebih detail dalam waktu dekat," kata dia.

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Barat tengah menyelidiki kasus penggelapan beras premium 15 ton milik pengusaha asal Palembang bernama Bambang Irawan oleh seorang sopir truk ekspedisi.

Baca juga: Stok beras di Jakarta aman untuk Ramadhan dan Lebaran

Beras yang seharusnya dikirim dari Palembang ke Cipondoh, Tangerang, Banten itu justru dialihkan dan dibongkar di sebuah gudang di Wijaya Kusuma, Grogol Petamburan (Gropet), Jakarta Barat oleh pelaku.

"Kami langsung mendatangi lokasi kejadian di Komplek BNI Jelambar, Grogol Petamburan, untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan bukti," kata Kanit Resmob Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKP George Ruben di Jakarta, Senin.

George menyebut penyelidikan dilakukan dengan mengumpulkan keterangan saksi serta memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi untuk mengidentifikasi pelaku.

Baca juga: DKI perkuat ketahanan pangan bersama Pemkab Sidoarjo

Sementara itu, Bambang Irawan mengaku tak pernah curiga dengan jasa ekspedisi yang digunakannya lantaran selama ini pengiriman selalu berjalan lancar.

Namun, dia merasa janggal setelah dua hari sejak tanggal pengiriman beras pada 25 Januari 2025, beras kirimannya tak kunjung tiba di Cipondoh.

"Saya coba minta lokasi terkini ke sopir, ternyata lokasi yang dikirimkan palsu. Saya baru sadar beras saya sudah dibongkar di tempat lain," kata Bambang.

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Ganet Dirgantara
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |