Jakarta (ANTARA) - Polda Metro Jaya telah melakukan upaya deteksi dini dan pencegahan terhadap sejumlah kelompok anarkis atau perusuh yang berupaya menyusup ke dalam aksi buruh di Monas maupun di depan Gedung DPR/MPR RI saat peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day.
"Dalam rangka menjaga marwah demokrasi dan menjamin hak penyampaian pendapat di muka umum agar dapat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, maka kami terus berupaya baik secara preemptif, preventif, maupun represif," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin saat konferensi pers di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jumat.
Iman menjelaskan pihaknya juga berhasil mengamankan barang-barang yang akan digunakan untuk melakukan kerusuhan saat perayaan May Day, terutama yang berada di depan Gedung DPR/MPR RI.
"Yang pertama ada botol kosong. Sebagaimana terlihat, ada botol kosong dan kain pemicu untuk membuat bom molotov, termasuk kami juga menemukan atau mengamankan bensin atau bahan bakar yang bisa digunakan untuk dijadikan bom molotov bersama-sama dengan botol dan kain pemicu apinya," ucapnya.
Ia juga menyebutkan pihaknya menemukan paku beton yang akan mereka gunakan untuk merusak bangunan ataupun pembatas-pembatas yang terbuat dari beton.
"Jadi berdasarkan keterangan yang disampaikan, mereka memanfaatkan waktu yang ada pada saat sebagian mengikuti orasi, sebagian mereka melakukan perusakan terhadap beton atau batas pagar pembatas sehingga rencananya kalau tiba waktunya itu terjadi kerusuhan memudahkan mereka untuk merobohkan pagar pembatas tersebut, itu gunanya paku beton," ucap Iman.
Baca juga: Polisi : 24.980 personel gabungan kawal Hari Buruh 2026 di Monas
Kemudian juga ditemukan ketapel dengan gotri yang dipersiapkan untuk melakukan penyerangan terhadap petugas yang sedang menjalankan tugas pengamanan, termasuk sejumlah senjata tajam.
"Kami menemukan dokumen rencana untuk melakukan kerusuhan, mereka sudah mempersiapkan rundown acaranya, jadi per jam mereka sudah mempersiapkan kapan mereka melakukan serangan atau serbuan, ini sudah mereka persiapkan, jadi datang dari mana, kemudian kejadiannya seperti apa, dan kembalinya harus ke mana, titik-titik kumpulnya mereka sudah tentukan," ungkapnya.
Iman menambahkan Polda Metro Jaya melakukan langkah-langkah antisipatif sebelum kelompok-kelompok tersebut melakukan kerusuhan atau tindak pidana. Oleh karena itu bagi mereka yang tertangkap tangan membawa barang-barang berbahaya pendukung kerusuhan, saat ini sedang menjalani pemberian keterangan untuk dilakukan pendalaman.
"Sejumlah 101 orang sedang memberikan informasi kepada kami, dan kami sampaikan setelah selesai penyampaian informasi tersebut mereka akan segera kembali ke rumahnya masing-masing," jelas Iman.
Sementara Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan dan dari seluruh komponen yang melaksanakan peringatan Hari Buruh pada hari ini, sehingga aspirasi dalam menyampaikan harapan-harapan ini terlaksana dengan baik.
"Jadi kalau kita lihat hari ini, bahwa kegiatan May Day alhamdulillah semua berjalan aman, tertib, dan dapat dikendalikan," kata Budi.
Baca juga: Wakapolda minta personel berikan pengamanan maksimal saat Hari Buruh
Baca juga: Wakapolda: Ratusan ribu sembako didistribusikan saat May Day di Monas
Pewarta: Ilham Kausar
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































