Moskow (ANTARA) - Pemerintah Polandia berencana memperpanjang regulasi terhadap harga bahan bakar kendaraan bermotor, kata Menteri Energi Polandia Milosz Motyka pada Jumat.
Di tengah kenaikan tajam harga minyak dan produk petroleum akibat konflik Timur Tengah, Pemerintah Polandia mengenalkan program khusus terkait pengurangan biaya bahan bakar, yang disebut CPN (penurunan harga bahan bakar).
Awalnya, program itu terbatas berlangsung hingga 15 April, tetapi kemudian diperpanjang hingga pertengahan Mei.
"Ini bukan saatnya atau waktu yang tepat untuk mengatakan bahwa harga bahan bakar di pasar rendah. Intervensi pemerintah masih diperlukan di sini," kata Motyka seperti dikutip Radio RMF FM.
Kabinet pemerintahan Polandia akan memutuskan perpanjangan regulasi itu pada awal pekan depan, kata Motyka. Dia pun menambahkan ada harapan baik bahwa regulasi itu akan dilanjutkan.
Mengomentari soal penurunan harga bahan bakar kendaraan bermotor secara buatan yang merugikan anggaran Polandia sekitar 442 juta dolar AS (Rp7,6 triliun) setiap bulan, Motyka mengatakan pemerintahnya mampu menanggung kerugian tersebut.
Sebelumnya, pada 26 Maret, Polandia mencatat harga bahan bakar diesel tertinggi sepanjang masa, yang naik rata-rata 25 sen (Rp4 ribu) per liter selama sepakan. Laporan terbaru menunjukkan harga rata-rata nasional sebesar 2,36 dolar AS (Rp40 ribu) per liter. Sementara itu, seliter bensin oktan 95 saat ini berharga rata-rata 1,94 dolar AS (Rp33 ribu), setelah naik 10 sen (Rp1.700,-) selama sepekan.
Setelah itu, Parlemen Polandia (Sejm) segera mengesahkan dan presiden menandatangani UU yang diusulkan kabinet itu.
Berdasarkan UU tersebut, tarif PPN untuk bahan bakar dikurangi menjadi 8 persen dari 23 persen; sementara pajak cukai untuk bahan bakar diturunkan ke batas minimum yang diizinkan di Uni Eropa, yaitu 0,7 sen (Rp1.200,-) untuk bensin dan diesel. Selain itu, harga eceran maksimum untuk bensin dan diesel sekarang ditetapkan setiap hari melalui dekrit menteri energi.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Polandia siap bantu Jerman setop impor minyak Rusia
Baca juga: Presiden Polandia: Kami siap jadi gerbang utara energi AS ke Eropa
Baca juga: Masyarakat Polandia khawatir kenaikan harga energi jelang musim dingin
Penerjemah: Fransiska Ninditya
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.















































