BGN instruksikan SPPG Jatim optimalkan menu telur guna stabilkan harga

1 hour ago 2
...Kami telah menginstruksikan seluruh SPPG di Jawa Timur untuk mengoptimalkan penggunaan telur dalam menu MBG

Jakarta (ANTARA) - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang mengatakan pihaknya telah menginstruksikan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Timur (Jatim) untuk memperkuat penggunaan menu berbahan telur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal tersebut dilakukan sebagai upaya membantu penyerapan hasil produksi peternak lokal untuk merespons aksi damai peternak ayam petelur di Magetan yang memprotes anjloknya harga telur di tingkat peternak.

"Kami telah menginstruksikan seluruh SPPG di Jawa Timur untuk mengoptimalkan penggunaan telur dalam menu MBG, sehingga dapat membantu meningkatkan penyerapan telur peternak dan menjaga stabilitas harga di tingkat produsen," ucap Nanik di Jakarta, Jumat.

Nanik menjelaskan, berdasarkan koordinasi bersama satuan tugas MBG Kabupaten Magetan, penggunaan menu telur di SPPG direncanakan ditingkatkan menjadi hingga tiga kali dalam sepekan. Sebelumnya, menu telur dalam operasional MBG diberikan sebanyak dua kali dalam seminggu.

Baca juga: BGN: Tak ada batas usia maksimum untuk relawan MBG

"Jadi untuk menaikkan harga telur, peternak program MBG akan menggunakan menu telur seminggu tiga kali. Program MBG memang dirancang tidak hanya untuk pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal, termasuk peternak ayam petelur," katanya.

Ia menambahkan, selama ini SPPG di Kabupaten Magetan telah menggunakan pasokan telur dari peternak lokal dan tidak mengambil suplai dari luar daerah agar mampu membantu perputaran ekonomi masyarakat setempat.

Sebelumnya, pada Rabu (6/5), sejumlah peternak ayam petelur di Magetan menggelar aksi damai di kawasan Alun-Alun Magetan dan sekitar Masjid Agung Baitussalam. Dalam aksi tersebut, para peternak membagikan sekitar tiga ton telur secara gratis kepada masyarakat sebagai simbol protes terhadap anjloknya harga telur.

Para peternak menyampaikan harga telur di tingkat kandang saat ini berada di kisaran Rp22 ribu hingga Rp22.800 per kilogram, jauh di bawah harga acuan pembelian pemerintah sebesar Rp26.500 per kilogram.

Mereka juga menyoroti tingginya harga pakan ternak dan kondisi over-produksi yang membuat hasil telur sulit terserap pasar secara maksimal.

Baca juga: BGN: Uang pemerintah mengalir ke SPPG sebesar Rp1 triliun per hari

Baca juga: BGN ajak para pihak samakan langkah laksanakan program MBG

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |