ASPELUSI sebut insentif pemerintah tumbuhkan industri pendukung EV

2 hours ago 2
Ketika pemerintah daerah memberikan insentif nyata kepada pengguna kendaraan listrik, maka efek dominonya langsung terasa kepada industri pendukung, khususnya sektor SPKLU,

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Asosiasi Pemilik SPKLU Swasta Indonesia (ASPELUSI) Anthony Utomo mengatakan, dukungan insentif dari pemerintah daerah membantu menumbuhkan industri pendukung ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV), salah satunya pengembangan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Ia menuturkan, dukungan pemerintah daerah melalui pembebasan pajak daerah dan relaksasi kebijakan ganjil genap untuk kendaraan listrik merupakan sinyal positif yang dapat mempercepat pertumbuhan investasi pembangunan SPKLU.

“Ketika pemerintah daerah memberikan insentif nyata kepada pengguna kendaraan listrik, maka efek dominonya langsung terasa kepada industri pendukung, khususnya sektor SPKLU,” ucap Anthony Utomo dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat.

Ia juga menilai bahwa pemberian insentif tersebut tidak hanya mendorong peningkatan adopsi kendaraan listrik di masyarakat, tapi juga menciptakan kepastian pasar bagi para pelaku usaha yang ingin berinvestasi pada infrastruktur pendukung mobilitas listrik nasional.

Baca juga: 130 SMK di Jatim kembangkan kendaraan listrik berbasis konversi BBM

“Ini membuka keyakinan bagi swasta bahwa pasar EV Indonesia akan tumbuh lebih cepat dan lebih sehat,” katanya.

Anthony menyatakan, tantangan utama investasi SPKLU selama ini bukan hanya pada aspek teknologi dan investasi awal, tapi juga terkait kepastian utilisasi dan pertumbuhan populasi kendaraan listrik.

Dengan adanya kebijakan pembebasan pajak kendaraan listrik serta relaksasi aturan ganjil genap, ia berharap daya tarik kepemilikan EV meningkat secara signifikan, terutama di kota-kota besar dengan tingkat mobilitas tinggi.

Pihaknya pun mendorong agar momentum tersebut segera dioptimalkan dengan percepatan pembangunan jaringan charging station oleh sektor swasta secara lebih masif dan merata.

Baca juga: Indef yakin insentif elektrifikasi kendaraan investasi pacu ekonomi

“Kami melihat ini bukan lagi sekadar bisnis charging station, tetapi bagian dari transformasi sistem energi dan mobilitas nasional. (Perusahaan) swasta harus mulai melihat SPKLU sebagai infrastruktur masa depan, sama pentingnya dengan SPBU pada era kendaraan konvensional,” ujarnya.

Apalagi kini tren elektrifikasi tidak hanya terjadi pada kendaraan pribadi, tapi juga mulai bergerak ke sektor komersial dan logistik, termasuk ride-hailing, kendaraan operasional perusahaan, hingga truk listrik.

“Kami melihat Indonesia sedang bergerak menuju era electric mobility economy. Oleh karena itu, regulasi yang mendukung harus terus dijaga konsistensinya agar investasi swasta dapat masuk dengan confidence (kepercayaan diri) yang tinggi,” imbuh Anthony, yang juga merupakan Managing Director Utomo Charge+ sebagai pengembang SPKLU swasta.

Baca juga: Menkeu Purbaya bidik insentif kendaraan listrik diterapkan mulai Juni

Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |