PNM perkuat program pemberdayaan selama 2025

5 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus memperkuat pendekatan program pemberdayaan, sebagai bagian tidak terpisahkan dari penyaluran pembiayaan sepanjang 2025.

Melalui berbagai program, PNM hadir sebagai penyedia modal sekaligus pendamping untuk membangun kapasitas usaha dan ketahanan ekonomi masyarakat, khususnya di segmen ultra mikro.

Sekretaris Perusahaan PNM L Dodot Patria Ary dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu, menyebut pemberdayaan menjadi kunci supaya pelaku usaha mampu mengelola pembiayaan secara produktif, mengembangkan usaha, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga.

"Dengan demikian, program-program PNM dirancang untuk mengombinasikan dukungan finansial dengan penguatan kapasitas, literasi, serta ekosistem usaha," ujar Dodot.

Ia menjelaskan salah satu program utama yaitu Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar), yang menyasar ibu rumah tangga dan perempuan prasejahtera, khususnya di wilayah pedesaan dan tertinggal.

Dengan pendekatan berbasis kelompok, lanjutnya, Mekaar memberikan pembiayaan ultra mikro sekaligus pendampingan rutin, pelatihan kewirausahaan, literasi keuangan, serta penguatan disiplin usaha.

"Melalui program ini, perempuan didorong untuk berperan aktif dalam perekonomian keluarga dan komunitas," ujar Dodot.

Selain Mekaar, PNM juga mengembangkan Program Kampung Madani sebagai model pemberdayaan berbasis komunitas.

Kampung Madani telah hadir di 20 titik di seluruh Indonesia dan memberikan manfaat kepada 4.603 warga hingga tahun 2025, yang terdiri dari nasabah Mekaar, keluarga, serta masyarakat sekitar.

"Program ini bertujuan membangun ekosistem usaha lokal yang saling terhubung dan berkelanjutan," ujar Dodot.

Dalam pelaksanaannya, Dodot mengungkapkan Kampung Madani mengedepankan pendekatan klasterisasi usaha, yang mana telah diselenggarakan 539 kegiatan klasterisasi yang diikuti 10.000 nasabah sepanjang 2025.

"Melalui klaster, pelaku UMKM dikelompokkan berdasarkan jenis usaha agar dapat berkolaborasi, meningkatkan kapasitas produksi, serta memperluas akses pasar secara kolektif," ujar Dodot.

Lebih lanjut, PNM memperkuat fondasi usaha nasabah melalui peningkatan literasi, yang mana 66 kegiatan literasi keuangan dan literasi usaha telah dilaksanakan dan menjangkau lebih dari 38.000 nasabah.

Kegiatan ini membekali nasabah dengan pemahaman pengelolaan keuangan, perencanaan usaha, serta pemanfaatan peluang pasar, termasuk pasar digital, sehingga usaha dapat tumbuh lebih terarah dan berdaya tahan.

"Dampak sosial dari program pemberdayaan PNM mulai terlihat nyata di tingkat akar rumput. Banyak nasabah yang sebelumnya hanya mampu bertahan secara subsisten kini memiliki usaha yang lebih stabil dan produktif," ujar Dodot.

BRI Research Institute (2024) melalui risetnya, melaporkan bahwa ketahanan keuangan nasabah Mekaar meningkat signifikan, dari sebelumnya hanya mampu bertahan satu hingga dua minggu menjadi satu hingga dua bulan setelah mendapatkan dukungan pembiayaan serta modal intelektual dan sosial dari PNM.

Peningkatan pendapatan usaha berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan dasar, pendidikan anak, hingga kesehatan keluarga.

Di tingkat komunitas, pendekatan klaster dan literasi turut mendorong tumbuhnya solidaritas sosial serta kemandirian ekonomi lokal.

Melalui program pemberdayaan, Dodot mengatakan PNM tidak hanya memberikan pembiayaan, namun juga mendampingi nasabah agar mampu mengelola usaha secara lebih mandiri dan berkelanjutan.

"Kami percaya, penguatan kapasitas, literasi, dan ekosistem usaha akan menciptakan dampak sosial yang jauh lebih besar dalam jangka panjang," ujar Dodot.

Melalui berbagai program pemberdayaan tersebut, PNM terus berkomitmen menjadi mitra strategis dalam membangun pengusaha ultra mikro yang tangguh dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.

Baca juga: PNM komitmen berdayakan UMK melalui layanan modal mikro syariah

Baca juga: Relawan PNM kembali turun langsung salurkan bantuan dan kuatkan korban bencana

Baca juga: PNM kembali ke Aceh Tamiang, salurkan bantuan dan perkuat proses bangkit pascabencana

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |