Jakarta (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Utara mengirim 21 relawan untuk menjalankan operasi kemanusiaan di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh yang akan dimulai Jumat (9/1)
“Selama 21 hari ke depan, para relawan akan bertugas di wilayah yang terdampak banjir bandang dan longsor,” kata Wali Kota Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat di Jakarta, Kamis.
Hendra mengingatkan para relawan agar selalu waspada mengingat kondisi di lokasi masih tergolong ekstrem.
Dirinya juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan selama menjalankan tugas kemanusiaan tersebut.
Ia mengatakan bahwa sampai saat ini, kondisi di sana masih sangat ekstrem sehingga harus selalu waspada dan berhati-hati.
“Pesan saya, jaga kesehatan karena ada tanggung jawab fisik dan moral yang akan dihadapi di sana,” kata dia.
Ia menambahkan Pemerintah Jakarta Utara mengapresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh tim relawan PMI.
“PMI luar biasa karena tidak semua orang bisa tergerak hatinya untuk membantu sesama yang sedang mengalami kesusahan,” kata dia.
Hendra berpesan agar para relawan menjaga sikap selama bertugas, mulai dari menjaga kesehatan, menggunakan bahasa yang baik, menjalin koordinasi dengan warga setempat, hingga menghormati alam dan lingkungan sekitar.
“Ini adalah misi kemanusiaan yang luar biasa, sehingga harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Semoga seluruh relawan dapat bertugas dengan aman dan kembali dengan selamat,” kata dia menegaskan.
Sementara Ketua PMI Kota Jakarta Utara, Rijal menjelaskan bahwa tim relawan akan menempuh perjalanan darat menuju Kabupaten Gayo Lues.
“Kami telah mempersiapkan seluruh kebutuhan, termasuk mengerahkan kekuatan tim relawan agar dapat saling membantu selama menjalankan tugas kemanusiaan di lokasi bencana,” kata dia.
Baca juga: Menkes apresiasi peran relawan Muhammadiyah tangani bencana
Baca juga: Kemenkes koordinasi 4 ribuan relawan bantu layanan kesehatan Sumatera
Baca juga: Kemenkes: 3.719 nakes relawan layani ribuan pengungsian di Aceh
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































