PLN Indonesia Power optimalkan aset karbon PLTP Gunung Salak

4 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - PT PLN Indonesia Power (PLN IP) terus mengoptimalkan potensi energi bersih melalui pengembangan aset karbon dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Salak, Jawa Barat.

Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, mengatakan langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan menghadirkan nilai tambah dari pengurangan emisi sekaligus mendukung keberlanjutan pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia.

Komitmen tersebut diwujudkan PLN IP melalui penandatanganan Second Amendment to Emission Reduction Purchase Agreement (ERPA) untuk proyek Capacity Upgrade of Gunung Salak Geothermal Power Plant Project Indonesia.

Dalam penandatanganan tersebut, PLN Indonesia Power diwakili Direktur Pengembangan Bisnis dan Niaga Julita Indah bersama Specialist, Business Development Sustainable Technologies SEA South Pole AG Fadri Mokolintad.

Kerja sama ini melanjutkan kolaborasi antara PLN IP dan South Pole AG dalam pengembangan aset karbon yang berasal dari peningkatan kapasitas PLTP Gunung Salak.

Potensi pengurangan emisi dari peningkatan kapasitas tersebut selanjutnya dapat dimonetisasi menjadi aset karbon bernilai ekonomi dan diperdagangkan.

Sejalan dengan arah percepatan transisi energi tersebut, menurut Bernadus, PLN Indonesia Power terus mengembangkan berbagai inovasi untuk mengoptimalkan potensi energi bersih, termasuk melalui pengembangan aset karbon dari pembangkit berbasis energi terbarukan.

Baca juga: PLN IP perkuat kontribusi kepada pembangkit listrik energi bersih

Baca juga: ESDM pastikan PLTP Bora Pulu hasilkan PNBP Rp3,7 miliar setiap tahun

Ia menegaskan pengembangan aset karbon menjadi salah satu peluang untuk menghadirkan nilai tambah dari operasional pembangkit berbasis energi bersih.

"Pengembangan energi baru terbarukan tidak hanya berbicara mengenai penyediaan energi yang lebih bersih, tetapi juga bagaimana setiap potensi pengurangan emisi dapat dikelola menjadi nilai tambah yang berkelanjutan. Melalui pengembangan aset karbon dari PLTP Gunung Salak, kami melihat adanya peluang untuk menciptakan nilai ekonomi sekaligus mendorong keberlanjutan pengembangan energi panas bumi di Indonesia," sebut Bernadus.

Menurut dia, langkah tersebut sejalan dengan komitmen PLN IP dalam mengoptimalkan potensi pembangkit berbasis energi terbarukan melalui berbagai inovasi dan skema pengembangan yang dapat mendukung transisi energi.

"Geothermal memiliki potensi besar sebagai sumber energi bersih yang andal. Karena itu, kami terus mendorong berbagai inisiatif yang tidak hanya meningkatkan kinerja aset pembangkit, tetapi juga membuka peluang nilai tambah dari aspek lingkungan dan pengurangan emisi," tambahnya.

Melalui monetisasi aset karbon, pengurangan emisi yang dihasilkan dari pengembangan pembangkit energi terbarukan dapat memiliki nilai ekonomi sekaligus memberikan insentif bagi keberlanjutan investasi dan pengembangan sektor energi bersih.

PLN IP terus menjalankan berbagai inisiatif untuk mengoptimalkan potensi energi baru terbarukan sebagai bagian dari perjalanan transisi energi Indonesia.

"Kolaborasi pengembangan aset karbon PLTP Gunung Salak menjadi salah satu langkah dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas dari energi bersih, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi," sebut Bernadus.

Baca juga: PLN IP dan PGE perkuat sinergi energi panas bumi nasional

Baca juga: PLN IP perkuat peran sebagai penggerak utama pengembangan panas bumi

Baca juga: Ketum API terpilih fokus kembangkan panas bumi bagi kedaulatan energi

Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |