Pakar: Upaya mitigasi dampak karhutla harus cermat dan hati-hati

4 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Pakar Hukum Kehutanan Universitas Al-Azhar Indonesia Dr ​​Sadino mengatakan upaya mitigasi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah fenomena El Nino ekstrem harus dilakukan dengan cepat, cermat, dan memperhatikan aspek kehati-hatian.

“Penanganan karhutla dilakukan secara hati-hati dan tidak langsung menggeneralisasi bahwa setiap kebakaran disebabkan oleh perusahaan atau kelompok tertentu. Penyebab kebakaran perlu dibuktikan berdasarkan fakta di lapangan,” kata Sadino dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Ia mengatakan, keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, perusahaan pemegang konsesi, dan masyarakat perlu diperkuat.

Sadino mengatakan, kondisi El Nino juga berpotensi membuat dampak kebakaran menjadi lebih besar dengan durasi yang lebih panjang, sehingga penanganannya membutuhkan kesiapan sumber daya, sarana dan biaya yang tidak sedikit.

“Kalau dilihat dari kondisi El Nino memang ada potensi ke sana, dampaknya lebih besar dengan waktu yang lebih panjang. Tentu memerlukan biaya besar, maka diperlukan kerja sama semua pihak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sadino juga menekankan pentingnya penelusuran fire origin atau asal mula api dalam proses investigasi kebakaran.

Penentuan titik awal kebakaran dapat membantu mengetahui dari mana api pertama kali muncul, tetapi belum otomatis menunjukkan siapa yang menyalakan api atau pihak yang harus bertanggung jawab.

Fire origin secara satelit mungkin diketahui, tetapi secara faktual sulit dilacak asal-usul apinya,” ujarnya.

Baca juga: Kemenhut siapkan DAK Rp5,5 miliar perkuat penanganan Karhutla Kalbar

Baca juga: KemenHAM dorong penanganan karhutla tak kriminalisasi warga kecil

Menurut dia, persoalan menjadi lebih kompleks karena masih terdapat kawasan hutan dan lahan yang bersifat open access atau tidak terjaga secara optimal.

Oleh karena itu, lokasi kebakaran, titik awal api, sumber api dan pihak yang bertanggung jawab harus dibedakan dalam proses investigasi.

“Pendekatan berbasis fakta tersebut diperlukan agar penanganan karhutla tidak berubah menjadi saling tuding antarpihak,” katanya.

Dalam menghadapi El Nino ekstrem, Sadino menilai kolaborasi harus menjadi pendekatan utama, terutama dalam upaya pemadaman dan mencegah api meluas.

Menurutnya, sarana dan prasarana yang dimiliki perusahaan dapat dioptimalkan untuk membantu penanganan kebakaran.

Pada saat yang sama, pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat mengerahkan sumber daya manusia serta kemampuan yang dimiliki untuk mendukung operasi di lapangan.

“Jika diperlukan, teknologi seperti modifikasi cuaca juga dapat digunakan sebagai bagian dari upaya menghadapi kondisi El Nino,” kata Sadino.

“Di tingkat masyarakat, kelompok-kelompok peduli api di wilayah rawan kebakaran juga perlu kembali digerakkan dan dilibatkan secara aktif,” imbuhnya.

Baca juga: Menhut: Presiden Prabowo terus pantau dan dorong penanganan karhutla

Baca juga: BNPB: Karhutla di Kalsel capai 348 Ha, lima helikopter dikerahkan

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |