Mataram (ANTARA) - Putri Mahkota Swedia Victoria mengagumi berbagai kerajinan khas Nusa Tenggara Barat yang dipasarkan di Bale Kita, Kompleks Masjid Hubbul Wathan Islamic Center, Kota Mataram, sebagai bagian potensi ekonomi kreatif daerah.
Dalam kunjungannya di Mataram, Sabtu, berbagai produk kerajinan khas NTB diperkenalkan kepada Victoria. Mulai dari kain tenun, kriya atau kerajinan, cendera mata, kudapan, serta perhiasan berbahan mutiara. Namun, kain songket khas Sasak tampak menjadi salah satu yang paling menarik perhatian Putri Victoria.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB Sinta Agathia mengatakan, Victoria mengapresiasi keberagaman produk yang ditampilkan, baik dari motif, warna, bentuk, maupun kreativitas para pengrajin.
"Beliau sangat suka kerajinan tekstil ya, tenun-tenun kita. Sama tadi dia kagum sekali dengan kombinasi antara kulit mutiara disambung dengan ketak," ujarnya.
Putri Victoria beberapa kali mengungkapkan kekagumannya terhadap karya tersebut. Ia bahkan menyampaikan waktu kunjungannya terasa terlalu singkat untuk mengeksplorasi lebih banyak kekayaan kerajinan dan budaya yang dimiliki Lombok.
Baca juga: Kunjungan Putri Mahkota Swedia momen kenalkan produk UMKM NTB ke Eropa
Baca juga: Putri Mahkota Swedia tinjau dan belanja kerajinan khas NTB
Selain melihat kerajinan lokal, Victoria juga diperkenalkan dengan beragam sajian tradisional khas NTB sebagai bagian dari kunjungannya.
Sinta mengatakan Victoria juga mengapresiasikan minuman lemongrass yang disajikan dalam kunjungannya. Bahkan Victoria menyebut bahwa minuman itu sangat enak.
Ia berharap dalam kunjungan tersebut para pengrajin dan pelaku ekonomi kreatif dapat terdorong untuk terus berinovasi serta meningkatkan kreativitas dalam mengembangkan produk kerajinan daerah.
Tak hanya melihat produk, Putri Victoria juga berdialog langsung dengan kelompok masyarakat dan para perajin. Percakapan membawa pada cerita yang lebih dalam bagaimana masyarakat mempertahankan usaha dan kehidupan ekonomi setelah gempa bumi yang melanda Lombok dan Sumbawa pada 2018.
Para perajin menceritakan perjalanan mereka membangun kembali usaha, menghadapi berbagai tantangan, membuka akses pasar, hingga mencari peluang agar produk lokal dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Putri Victoria menyimak cerita tersebut dengan penuh perhatian. Ia mengapresiasi kerja keras dan keuletan masyarakat Lombok yang mampu bangkit setelah bencana, sekaligus tetap menjaga keterampilan dan tradisi yang menjadi bagian dari identitas mereka.
Kehadiran Putri Victoria disambut Gubernur Lalu Muhamad Iqbal, Wakil Gubernur Hj. Indah Dhamayanti Putri dan Ketua Dekranasda NTB, Hj. Sinta Agathia Iqbal.
Baca juga: NTB luncurkan Bale Kita sebagai rumah besar produk UMKM
Baca juga: NTB ekspor dua kontainer kerajinan tas ketak ke Arab Saudi
Pewarta: Nur Imansyah, Mahasiswa PKL IAHN Mataram
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































