Makassar (ANTARA) - Manager Komunikasi dan TJSL PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) Niki Rendra Adisetiawan mengungkapkan bahwa pihaknya masih terus berusaha mengoptimalkan pembangkit listrik pada wilayah Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel).
"Kondisi pasokan listrik di Sulbagsel saat ini masih dalam proses pemulihan dan optimalisasi. Tapi dampak total beban sudah berkurang," ujarnya melalui keterangannya di Makassar, Sabtu.
Satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeneponto berkapasitas 125 megawatt (MW) telah kembali beroperasi dan menyuplai listrik ke sistem.
Hanya saja di sisi lain, kata Niki, daya mampu sejumlah pembangkit lainnya masih belum optimal sehingga kondisi pasokan sistem masih perlu dikelola secara hati-hati.
PLN terus mengoptimalkan seluruh pembangkit yang tersedia dan melakukan langkah-langkah mitigasi untuk menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik.
Dalam kondisi daya mampu pasok yang masih terbatas, pengaturan beban tetap dapat dilakukan secara bertahap dan terukur sesuai kondisi sistem secara real time.
Sebelumnya pemadaman bergilir telah dirasakan oleh masyarakat Sulawesi Selatan sepekan terakhir. Pemadaman ink juga berdampak pada sektor usaha cafe, hotel dan restoran.
Niki menyebut, pihaknya memahami kondisi ini dapat berdampak pada aktivitas masyarakat dan pelanggan.
"Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Seluruh petugas PLN terus bekerja dan melakukan percepatan penanganan agar kondisi kelistrikan dapat segera kembali normal," kata dia.
Dia menyampaikan informasi perkembangan kondisi kelistrikan dan wilayah terdampak dapat diperoleh melalui PLN Mobile dan kanal informasi resmi PLN, termasuk WhatsApp Channel PLN ULP masing-masing wilayah.
Baca juga: PLN UID Sulselbar lakukan pemadaman listrik bergilir selama dua jam
Baca juga: PLN rencanakan TMC perkuat sistem kelistrikan Sulbagsel hadapi El Nino
Baca juga: PLN IP resmi operasikan kapal pembangkit, pasok listrik Sulbagsel
Pewarta: Nur Suhra Wardyah
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































