PJ Gubernur Sulsel harap PTNBH ikut sukseskan program Prabowo

1 week ago 5

Makassar (ANTARA) - Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Fadjry Djufry berharap Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) dapat mendukung dan menyukseskan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Fadjry Djufry dalam keterangannya di Makassar, Sabtu, mengatakan bahwa Provinsi Sulsel adalah salah satu sentra pangan Indonesia. Bahkan, Sulsel setiap tahun mengalami surplus beras hingga 2 juta ton.

"Sementara salah satu program Presiden Prabowo Subianto adalah swasembada pangan, yang tentunya membutuhkan dukungan dari semua pihak termasuk dari kalangan akademisi," ujarnya.

Selain swasembada pangan, Pj Gubernur di depan peserta pertemuan Majelis Senat Akademik (MSA) PTNBH juga memaparkan Program Makan Bergizi Gratis yang juga harus disukseskan bersama.

Baca juga: Pj Gubernur Sulsel pastikan Program MBG di 8 daerah berjalan baik

Ia menjelaskan, anggaran untuk MBG saat ini baru sekitar Rp71 triliun, sementara dana yang dibutuhkan untuk itu sekitar Rp400 triliun. Oleh karena itu, Presiden Prabowo menginstruksikan untuk dilakukan efisiensi anggaran.

"Dalam dua bulan ini saya sudah berkunjung di beberapa kabupaten, dan di beberapa sekolah di Kota Makassar meninjau langsung pemberian MBG ini. Memang belum menjangkau semua, tetapi tentu kita berharap agar MBG ini bisa meng-cover semua sekolah yang ada di Indonesia, karena sasarannya memang dari SD, SMP, hingga SMA," katanya.

Selain itu, lanjut Prof Fadjry Djufry, juga ada program yang baru diluncurkan oleh Presiden Prabowo pada tanggal 10 Februari 2025 bersama Mendagri dan Menteri Kesehatan yakni program Cek Kesehatan Gratis (CKG), yang akan menyasar 287 juta jiwa penduduk Indonesia.

Baca juga: Pj Gubernur Sulsel harap sidang Himpuni fokus swasembada pangan

"Alhamdulillah ini juga sudah berjalan dan kita akan mengalokasikan anggaran untuk menyukseskan program tersebut," ujarnya.

Pada momentum silaturahim tersebut, Fadjry Djufry juga mengungkapkan terkait tantangan dunia pendidikan ke depan yang sangat berbeda dengan generasi sekarang, yang dikenal dengan Gen-Z, generasi yang instan, generasi yang tidak memproses, karena semua sudah ada di depan mata.

Ia mengharapkan kepada orang tua dan para pengajar agar menyetop berita-berita negatif yang bisa mempengaruhi anak-anak.

Baca juga: Pj Gubernur Sulsel bahas kesiapan wujudkan swasembada pangan

"Untuk itu, saya yakin dengan kehadiran guru besar, rektor, dan MSA PTNBH akan ada terobosan melalui rekomendasi mengenai apa yang bisa dilakukan," tuturnya

Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |