Gibran janji pemerintah terus perluas jangkauan CKG hingga daerah 3T

3 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berjanji pemerintah terus berupaya memperluas jangkauan program cek kesehatan gratis (CKG) hingga ke daerah-daerah 3T yaitu daerah terluar, terdepan, dan tertinggal.

Dalam sela-sela kegiatannya meninjau pelaksanaan cek kesehatan gratis di Puskesmas Magelang Selatan, Jawa Tengah, Rabu, Gibran menyebut pemerintah menargetkan layanan cek kesehatan gratis dapat dimanfaatkan oleh seluruh warga negara Indonesia di berbagai daerah.

"Pemerintah akan terus mengevaluasi dan menyempurnakan layanan CKG, memastikan efektivitasnya, serta memperluas jangkauannya agar lebih banyak masyarakat, termasuk di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar yang dapat merasakan manfaatnya," kata Wapres Gibran sebagaimana dinarasikan dalam siaran resmi Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Wakil Presiden yang diterima di Jakarta, Rabu.

Dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Magelang, tepat setelah Wapres memberikan pembekalan kepada para kepala daerah saat acara retret, Gibran meninjau pelaksanaan cek kesehatan gratis, didampingi oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen.

Di Puskesmas Magelang Selatan, Gibran berkeliling mengamati beberapa warga yang memanfaatkan layanan ek kesehatan gratis, mulai dari meja registrasi sampai di ruang-ruang pemeriksaan. Dalam sela-sela kunjungannya itu, Gibran juga menyapa dan berbincang-bincang singkat dengan para tenaga kesehatan, juga menyapa warga yang berobat.

Wapres, dalam kegiatannya itu, menekankan pentingnya sosialisasi yang masif sehingga masyarakat mengetahui adanya program cek kesehatan gratis dan memanfaatkannya saat mereka berulang tahun, atau setidaknya dalam periode 30 hari setelah mereka berulang tahun.

Gibran juga meminta para tenaga kesehatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menjaga standar pemeriksaan sehingga masyarakat menerima manfaat yang nyata dari program cek kesehatan gratis.

Tidak hanya itu, Gibran juga kembali membagikan manfaat program cek kesehatan gratis baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Manfaat jangka pendeknya, cek kesehatan gratis dapat menjadi alat deteksi dini untuk mencegah penyakit-penyakit kronis, sementara untuk jangka panjang, program itu diyakini berkontribusi pada peningkatan kualitas kesehatan nasional.

Cek kesehatan gratis di puskesmas-puskesmas merupakan salah satu program yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto sejak 10 Februari 2025.

Beberapa persyaratan yang perlu dibawa oleh pengguna layanan mencakup KTP, kartu identitas anak (KIA), atau kartu keluarga (KK).

Baca juga: Wapres minta kepala daerah bantu pastikan stok pangan dukung MBG

Baca juga: Wapres minta kepala daerah waspadai kelangkaan jelang Ramadhan

Masyarakat yang ingin menikmati layanan itu dapat datang langsung ke puskesmas terdekat sesuai dengan alamat KTP-nya atau mendaftar melalui aplikasi Satu Sehat Mobile, atau menghubungi nomor WhatsApp 081110500567 yang nantinya akan diarahkan lebih lanjut oleh operator.

Layanan cek kesehatan gratis diberikan kepada masyarakat sesuai dengan kelompok usia. Daftar pengecekan yang diberikan untuk kelompok bayi baru lahir mencakup deteksi dini hormon tiroid, G6PD (glucose-6-phosphate dehydrogenase deficiency atau defisiensi enzim G6PD), penyakit jantung bawaan, dan skrining untuk memantau pertumbuhan anak.

Kelompok balita dan anak prasekolah mendapatkan pemeriksaan berupa skrining tuberkulosis (penyakit infeksi paru), pemeriksaan pendengaran, penglihatan, dan kondisi gigi. Jika diperlukan, anak-anak kelompok usia itu juga dapat menjalani pemeriksaan untuk deteksi thalasemia (kelainan darah), dan diabetes melitus (penyakit gula darah tinggi).

Kategori lainnya, kelompok remaja dan dewasa mendapatkan pemeriksaan kesehatan, di antaranya meliputi cek tekanan darah, kadar kolesterol, gula darah, pemantauan risiko kardiovaskular (masalah terkait dengan jantung dan pembuluh darah), fungsi paru untuk mendeteksi tuberkulosis dan PPOK (penyakit paru obstruktif kronis), serta deteksi dini kanker payudara, kanker leher rahim, kanker paru, dan kanker usus.

Terakhir, kelompok warga lanjut usia (lansia) dapat menerima layanan pemeriksaan fungsi indra (pendengaran, penglihatan), kesehatan jiwa, hati, geriatri (penilaian kesehatan orang tua), deteksi gangguan kardiovaskular, paru, dan kanker.

Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: Chandra Hamdani Noor
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |