Jakarta (ANTARA) - Persatuan Insinyur Indonesia (PII) mendorong para insinyur di Indonesia untuk membantu warga maupun pemerintah daerah dalam perencanaan bangunan tahan gempa seusai terjadi gempa di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Persatuan Insinyur Indonesia mendorong para insinyur membantu secara profesional terhadap warga dan pemerintah daerah untuk menerapkan sistem perancangan bangunan yang tahan gempa sehingga akan mengurangi risiko akibat keruntuhan bangunan bila gempa bumi terjadi," kata Ketua Umum PII Ilham Akbar Habibie dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Sementara itu, Ketua Divisi Kebencanaan dan Kesiapsiagaan PII Wayan Sengara mengatakan gempa NTT diharapkan menjadi evaluasi bagi seluruh pihak terkait untuk memperkuat ketahanan terhadap sistem bangunan dan infrastruktur di berbagai daerah.
Menurut dia, evaluasi perlu dilakukan karena kerusakan bangunan akibat gempa sering kali menjadi penyebab utama jatuhnya korban luka maupun jiwa.
"Kita perlu belajar kembali bagaimana ilmu dan teknologi mitigasi bencana gempa untuk cepat diserap dan diaplikasikan dengan penguatan kapasitas pada segala aspek terkait," kata Ilham.
Lebih lanjut, dia menjelaskan riset rekayasa kegempaan, riset bangunan atau infrastruktur tahan gempa, pembaruan berkala peta gempa maupun peraturan dan standar bangunan hingga diseminasi peraturan dan rancangan bangunan tahan gempa perlu diperkuat.
Ia juga mengatakan kontrol atau pengetatan terhadap izin bangunan dan pengawasan terhadap pembangunannya juga menjadi aspek yang harus diperkuat.
Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan tujuh magnitudo mengguncang wilayah NTT pada 15 Agustus 2026.
Pada 16 Agustus 2026, Presiden Prabowo melalui akun Instagram pribadinya, @prabowo, memberikan respons terhadap musibah tersebut.
"Hati dan doa kami bersama saudara-saudara kita di NTT, yang sedang berduka akibat gempa bumi," kata Prabowo dalam takarir unggahannya.
Selain itu, Prabowo mengatakan 50.000 paket bantuan sembat telah diberangkatkan oleh pemerintah ke wilayah terdampak bencana pada 15 Agustus 2026.
"Saya juga telah meminta jajaran terkait (Menko PMK, Mendagri, Menteri PU, BNPB, Basarnas, beserta tim Bulog, PLN, Pertamina, dan Telkom) untuk hadir langsung di lapangan. Kami ingin memastikan saudara-saudara kami di sana mendapatkan penanganan darurat yang cepat dan maksimal," kata Presiden.
Prabowo menyatakan pemerintah akan terus memberikan upaya terbaik untuk memulihkan keadaan di NTT.
Baca juga: PII komit tingkatkan pelayanan sertifikasi insinyur
Baca juga: PII undang Presiden Prabowo untuk hadiri Konferensi Insinyur se-ASEAN
Pewarta: Rio Feisal
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































