Sumedang (ANTARA) - Petani padi di Desa Ujungjaya, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, menyambut positif kenaikan harga gabah pada musim panen tahun ini yang mencapai Rp7.600 per kilogram di tingkat pengepul.
Petani setempat Solihin di Sumedang, Jawa Barat, Selasa, mengatakan harga tersebut lebih tinggi dibandingkan harga dasar gabah Bulog yang berada di kisaran Rp6.500 per kilogram, sehingga memberikan nilai jual yang lebih baik bagi hasil panen petani.
“Harga gabah sekarang cukup bagus. Pengepul berani membeli sampai Rp7.600 per kilogram untuk gabah basah,” katanya.
Menurut dia, harga gabah yang tinggi tersebut menjadi keuntungan tersendiri bagi petani karena terjadi bersamaan dengan peningkatan hasil produksi padi sekitar 30 hingga 40 persen pada musim panen tahun ini.
Produktivitas padi yang sebelumnya sekitar 18,9 kuintal per petak ukuran 250 bata atau setara 0,4 hektare meningkat menjadi sekitar 26,5 kuintal per petak pada musim panen tahun ini sehingga produktivitas meningkat dari sekitar 4,7 ton menjadi 6,6 ton per hektare.
Menurut Solihin, peningkatan hasil tersebut terjadi pada areal persawahan sekitar 250 hektare di Desa Ujungjaya dan turut dirasakan sejumlah petani lainnya.
Solihin mengatakan peningkatan produksi tersebut antara lain dipengaruhi oleh berkurangnya serangan hama serta kondisi prasarana pertanian yang dinilai semakin memadai.
“Hasil produksi tahun ini meningkat sekitar 30 sampai 40 persen, salah satunya karena serangan hama berkurang dan prasarana pertanian juga cukup memadai,” ujarnya.
Baca juga: Pengamat: Beras fortifikasi bukan penyebab utama kenaikan harga beras
Baca juga: Bapanas: Harga gabah tertinggi delapan tahun jaga inflasi beras
Ia menilai kombinasi peningkatan produksi dan harga gabah yang relatif tinggi membuat hasil panen tahun ini lebih menguntungkan bagi petani.
Kondisi tersebut juga dinilai dapat memberikan kepastian lebih baik bagi petani dalam menjalankan usaha tani.
Solihin berharap harga gabah di tingkat petani tetap terjaga sehingga peningkatan hasil panen dapat memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan petani.
“Harapan kami, program pemerintah yang sudah berjalan bisa terus dipertahankan dan ditingkatkan. Kami juga berharap usulan dari petani dapat direalisasikan,” katanya
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang terus mendukung penguatan sarana pertanian melalui penyaluran alat dan mesin pertanian (alsintan) secara bertahap di sejumlah kecamatan untuk meningkatkan efisiensi usaha tani.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan bantuan alsintan dari pemerintah pusat mulai direalisasikan dan disebar di berbagai kecamatan, antara lain berupa combine harvester serta mesin pompa air untuk mendukung percepatan modernisasi pertanian.
“Alhamdulillah bantuan alsintan dari pemerintah pusat sudah mulai direalisasikan dan tersebar di berbagai kecamatan. Ini merupakan bentuk perhatian untuk memperkuat ketahanan pangan daerah,” katanya.
Baca juga: Bapanas: Rata-rata harga gabah petani capai Rp7.000/kg, lampaui HPP
Baca juga: Panen melimpah, harga gabah membuncah, petani sumringah
Pewarta: Ilham Nugraha
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































