Pertamina: 300 UMKM raih pasar global lewat Pertapreneur Aggregator

3 months ago 32
Melalui program Pertapreneur Aggregator, Pertamina mewujudkan UMKM Indonesia ke tingkat internasional dengan menghadirkan dukungan teknis, manajerial, sekaligus membuka akses pasar bagi 300 UMKM potensial sejak program ini diluncurkan pada 2022,

Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina (Persero) mewujudkan sekitar 300 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan meraih pasar global lewat program Pertamina Entrepreneur (Pertapreneur) Aggregator.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso mengatakan, pihaknya terus berkomitmen memajukan UMKM Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global.

"Melalui program Pertapreneur Aggregator, Pertamina mewujudkan UMKM Indonesia ke tingkat internasional dengan menghadirkan dukungan teknis, manajerial, sekaligus membuka akses pasar bagi 300 UMKM potensial sejak program ini diluncurkan pada 2022," ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Fadjar melanjutkan upaya ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada penciptaan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: PT Pertamina dukung ekspor perdana UMKM Kebumen ke Amerika Serikat

"Langkah ini juga selaras dengan Astacita pemerintah, yaitu menciptakan lapangan kerja berkualitas, mendorong kewirausahaan, dan mengembangkan industri kreatif," jelasnya.

Fadjar mencontohkan pemenang Pertapreneur Aggregator 2024, Kainnesia (Kain Tenun Indonesia), yang telah menggandeng ratusan penenun dari berbagai daerah dan membawa produk tenun Nusantara ke pasar internasional.

Pendiri sekaligus Chief Executive Officer Kainnesia, Nur Salam menyampaikan melalui program Pertapreneur Aggregator, pertumbuhan yang terjadi tidak hanya berdampak pada produknya, tetapi juga pada UMKM binaannya.

"Total tenaga kerja dari 37 UMKM mitra kami bisa mencapai lebih dari 400 orang. Semua ini menjadi bukti nyata bahwa program Pertapreneur Aggregator berhasil mendorong pertumbuhan yang menyeluruh dan berkelanjutan, tidak hanya bagi kami, tetapi bagi UMKM lain yang kami bina," kata Nur, saat kunjungan Sustainability Implementation & Monitoring Pertapreneur Aggregator di Yogyakarta.

Baca juga: Pertamina sebut program Pertapreneur Aggregator cetak UMKM naik kelas

Produk Kainnesia kini telah menembus berbagai ajang internasional, seperti Osaka World Expo Japan 2025, Korea Import Fair di Seoul, Jogja Fashion Week 2025, serta Inacraft 2025.

Keikutsertaan ini membuka peluang pertemuan dengan pembeli dari Jepang, Australia, dan Malaysia.

Pembeli Malaysia secara khusus memesan sarung tenun senilai 50 ribu dolar AS.

"Tenun bukan sekadar kain, tetapi warisan budaya yang harus terus dikembangkan agar tetap relevan dengan zaman. Kami ingin anak muda melihat tenun sebagai bagian dari masa depan," ujar Nur.

Baca juga: Pertamina Patra Niaga menghadirkan energi bersih lewat BGCC

Vice President CSR and SMEPP Pertamina Rudi Ariffianto menambahkan bahwa kehadiran Kainnesia menjadi contoh nyata dari tujuan Pertapreneur Aggregator.

"Semakin banyak UMKM agregator, makin banyak pula UMKM yang bisa naik kelas, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Kami berharap UMKM binaan Kainnesia dapat menjadi tentakel ekonomi yang menciptakan value lebih besar," sebut Rudi.

Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |